Malang Raya

Ribuan Pendaki Serbu Gunung Semeru, Sudah Ada Satu Pendaki Dievakuasi

Pendakian ke Semeru di libur panjang Paskah ini diwarnai dengan insiden terhadap seorang pendaki asal Surabaya, bernama Ahmad Faris.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
Polhut TNBTS
Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat menjaga Ahmad Faris, pendaki asal Surabaya yang alami hipotermia saat mendaki di Gunung Semeru di Puskesmas Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (15/4/2017) 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Ribuan pendaki menyerbu Gunung Semeru hanya di libur akhir pekan panjang Jumat Agung dan Paskah 2017. Ribuan pendaki ini berdatangan tak lama setelah Semeru dibuka setelah tiga bulan ditutup.

Pihak Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) baru membuka pendakian ke Semeru awal April ini.

Berdasarkan data dari BB-TNBTS, sebanyak 1.595 orang pendaki terdaftar mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu semenjak Kamis (13/4/2017) hingga Sabtu (15/7/2017).

Rincian pendaki di tanggal 13 April yakni 216 pendaki warga negara Indonesia (WNI) dan 11 warga negara asing (WNA), tanggal 14 April terdiri atas 924 WNI dan 10 WNA, dan di tanggal 15 April 2017 terdiri atas 432 WNI dan 2 WNA.

"Pendaki yang mendaftar di libur panjang Paskah ini memang banyak. Meski begitu tetap kami batasi kuota pendakian per harinya 500 orang," ujar Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat, ketika dihubungi wartawan, Minggu (16/4/2017).

Jumlah pendaki ke Semeru akan naik lagi diperkirakan terjadi pada libur panjang akhir pekan ini. Akhir pekan ini, selain hari Sabtu dan Minggu, ada libur hari besar lagi yakni Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada Senin (24/4/2017).

Meski pendakian dibuka, pihak TNBTS hanya mengizinkan pendakian hingga ke Kalimati saja tidak sampai ke Puncak Mahameru. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Terkait cuaca di Semeru, kata Sarif mengacu prakiraan cuaca, diprediksi normal dan tidak ada cuaca ekstrem, seperti badai maupun hujan dalam skala deras. Meski begitu, Sarif menghimbau pendaki tetap berhati-hati dan menjaga kondisi tubuh.

"Harus fit. Kalau di tengah perjalanan ternyata kondisi tubuh tiba-tiba tidak fit, sebaiknya tidak meneruskan pendakian," tegasnya. Sarif tidak berharap insiden hipotermia yang melanda pendaki asal Surabaya beberapa hari lalu tidak terjadi.

Pendakian ke Semeru di libur panjang Paskah ini diwarnai dengan insiden terhadap seorang pendaki asal Surabaya, bernama Ahmad Faris. Faris harus dievakuasi petugas karena mengalami hipotermia pada Jumat (14/4/2017) pukul 21.30 Wib.

Dari informasi yang didapatkan SURYAMALANG.COM, Faris mendaki bersama 19 orang temannya pada Jumat (14/4/2017) pukul 10.00 WIB. Sesampainya di Pos 1, pos antara Ranupani dan Ranukumbolo, Faris mengalami gangguan fisik gejala hipotermia.

Beruntung seorang porter yang hendak turun melihat kondisi Faris. Ia pun memberitahu petugas, dan petugas dibantu porter mengevakuasi Faris. Ia dirawat di Puskesmas Tumpag, Kabupaten Malang sebelum akhirnya dijemput keluarganya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved