Malang Raya

Kota Malang Kerjasama dengan Kota Fuqing

Zhang menyebut kerjasama dengan Kota Malang tidak lepas dari banyaknya warga keturunan Tionghoa dari Fuqing di Kota Malang.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Wali Kota Malang, M Anton bersalaman dengan Wali Kota Fu Qing, Tiongkok usai penandatangangan draf kerjasama di Balai Kota Malang, Senin (17/4/2017) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Belum ada kepastian apakah akan ada investasi dari Fuqing masuk ke Kota Malang seiring adanya perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Malang dan Kota Fuqing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Senin (17/4/2017).

Wali Kota Malang Moch Anton dan Wali Kota Fuqing, Zhang Fan menandatangani perjanjian kerjasama persaudaraan kota (Sister City) di Balai Kota Malang.

Kerjasama itu di bidang pendidikan, perdagangan, kebudayaan, dan pariwisata. Pejabat di Kota Malang belum bisa memastikan apakah kerjasama itu nantinya akan juga menambah investasi di Kota Malang.

"Kalau soal investasi nanti perlu didetilkan lagi, karena masih perlu digali kerjasama apa saja di masing-masing bidang itu. Kalau investasi nanti bentuknya semacam apa, itu yang harus dibicarakan secara detil lagi," ujar Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Wasto usai penandatanganan kerjasama itu.

Sedangkan untuk pariwisata, melalui kerjasama itu, lanjut Wasto, diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Kota Malang ke Fuqing. Ia melihat banyaknya warga keturunan Tionghoa dari daerah Fuqing bisa menjadi aset.

"Fuqing merupakan daerah maju dan jumlah penduduknya banyak. Kebutuhan rekreasi masyarakatnya saya kira bisa menjadi lahan bagi Kota Malang, kami berharap mereka berkunjung kesini. Tentunya dengan bantuan dari warga Tionghoa yang memiliki keluarga di Fuqing, ini bisa menjadi pangsa pasar wisata," tegasnya.

Wali Kota Malang Moch Anton menambahkan terkait investasi yang bisa ditanam oleh Fuqing di Kota Malang, pihaknya masih belum membahas itu. "Itu perlu dibicarakan lebih. Sejauh ini kan bisa kerjasama untuk pendidikan dan pariwisata. Pendidikan bisa saling tukar pelajar, dan pariwisata," ujar Anton.

Meski belum ada gambaran apakah nantinya akan ada investasi masuk ke Kota Malang paska kerjasama itu, Anton menyampaikan penghargaan karena telah mempercayakan kerjasama itu dengan Kota Malang.

"Semoga kedepannya mampu menjalin kemitraan dan program kerjasama yang dapat menopang kemajuan pembangunan serta hubungan kemasyarakatan di antara dua Negara” ujar Anton.

Sementara itu, Wali Kota Fuqing Zhang Fan, mengatakan penandatanganan kerjasama ini sebagai permulaan. Ketika ditanya apakah nanti akan ada investasi ditanam di Kota Malang, Zhang menjawab, terkait investasi perlu ada perencanaan lebih lanjut.

"Namun tidak menutup kemungkinan investasi itu ada, tetapi butuh perencanaan lebih lanjut," jawab Zhang yang diwawancarai usai penandatanganan kerjasama.

Dalam pidatonya, Zhang menyebut kerjasama dengan Kota Malang tidak lepas dari banyaknya warga keturunan Tionghoa dari Fuqing di Kota Malang. Apalagi pada 15 Desember 2015, Wali Kota Malang M Anton sudah berkunjung ke Fuqing dan kedua belah pihak telah meneken nota kesepahaman.

"Ini merupakan hal yang luar biasa untuk menjalin hubungan bilateral yang baik. Saya kesini juga mewakili Komite di Fuqing dan penduduk Fuqing," ujar Zhang.

Zhang Fan menjelaskan jika Kota Fuqing memiliki sumber daya alam yang sangat besar di samping sumber dana masyarakat yang cukup melimpah. Kota itu juga salah satu daerah dengan perkembangan ekonomi yang paling bergairah di Tiongkok.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved