Malang Raya

Korek Api Sebabkan Rumah di Kota Batu Hangus Dilalap Si Jago Merah, Proses Pemadaman Tersendat

Wajah Tukiyah (65) dan Tukirin (77) terlihat lemas tak berdaya. Di balik wajahnya yang keriput tersimpan luka yang mendalam.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Kondisi rumah Tukirin dan Tukiyah yang hangus terbakar di Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kampung Hansip, RT 5/RW 2, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (21/4/2017). Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wajah Tukiyah (65) dan Tukirin (77) terlihat lemas tak berdaya. Di balik wajahnya yang keriput tersimpan luka yang mendalam. Pasalnya, rumah yang ia miliki sejak 37 tahun silam, hangus terbakar.

Ia duduk di antara kerumunan tetangganya di Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kampung Hansip, RT 5/RW 2, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (21/4/2017) siang. Pandangannya kosong sembari melihat rumahnya yang hampir keseluruhan menjadi abu.

Tubuh Tukiyah tak henti-hentinya gemetar karena musibah yang baru saja ia alami. Kepada SURYAMALANG.COM, Tukiyah bercerita, sekitar pukul 10.00 WIB, ia baru saja memasak menggunakan dapur kuno, oleh karena itu korek api yang ia gunakan untuk menyalakan api untuk memasak, ia kantongi.

Sampai ia selesai masak, korek itu masih ada di kantongnya, ia hendak berjalan ke tokonya yang jadi satu di rumah itu. Tanpa sengaja, kakinya menyandung tempat untuk menaruh bensin yang ia jual. Ada dua jerigen minyak masing-masing 50 liter, serta 12 botol yang masing-masing berisi satu liter.

“Bensin itu tumpah, tiba-tiba korek yang saya bawa di kantong juga jatuh dan terbakar. Saya langsung keluar rumah,” kata Tukiyah istri dari Tukirin.

Ia lantas berteriak minta tolong, karena api sudah hampir membesar saat itu. Namun karena suaranya yang kecil dan serak, selang tiga menit baru ada warga yang mendengar teriakannya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung bergotong royong memadamkan api di rumah seluas sekitar 8 meter x 14 meter itu.

“Saat kejadian bapak lagi di luar ngurusin ternak sapinya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa sudah tua,” imbuh dia sembari terlihat matanya berkaca-kaca.

Ia mengatakan, di dalam rumah ada uang miliknya sekitar Rp 12 juta yang hangus terbakar. Untungnya, gas elpiji 3 kg yang ia jual tidak sampai meledak, meskipun Tukiyah dan Tukirin beserta warga sekitar mendengar suara ledakan berkali-kali. Gas elpiji yang ia jual juga hangus terbakar di bagian luar saja. Tukirin masih tak menyangka musibah itu menimpanya.

“Sehari-hari saya berdua saja sama istri di rumah. Istri jualan di toko, saya ngurusi sapi di kandang terpisah dari rumah,” sambung Tukirin.

Meskipun tanah yang ia tempati untuk rumah itu miliknya, tetapi ia harus merelakan rumahnya hangus terbakar. Untuk sementara, ia menumpang tinggal di tetangganya sembari menunggu bantuan. Mereka berdua berharap mendapatkan bantuan, karena semua sandang, pangan, papan, yang ada di rumah itu hangus terbakar. Diperkirakan kerugian sekitar ratusan juta.

Satu orang tetangga, Deden Sulianto yang sempat membantu memadamkan api, mengatakan kejadian yang terjadi pukul 10.00 WIB itu baru bisa dipadamkan apinya sekitar pukul 11.00 WIB.

“Itu pun kami pakai tandon warga. Jadi ada yang dari atap, ada yang pakai ember. Bagaimana caranya agar api ini tidak menjalar ke rumah lainya, karena setiap rumah ini berdempetan,” kata Deden.

Akses Lokasi Jauh, Tidak Ada Pos Pemadam Kebakaran

Sementara itu, Santoso Wardoyo, Kabid Ops Kebakaran Dinas Kebakaran Kota Batu menjelaskan, karena akses yang jauh, mobil pemadam tiba di lokasi kejadian saat api sudah padam. Pihaknya menginginkan untuk segera dibangun pos Pemadam Kebakaran, terutama daerah rawan bencana dan berada di lokasi jauh.

“Kendala kami karena lokasi jauh, butuh waktu 45 menit untuk sampai ke sana. Maka dari itu, perlu dibangun pos pemadam kebakaran di Kecamatan Bumiaji,” kata dia ketika dikonfirmasi.

Sejauh ini, memang belum ada pos Pemadam Kebakaran di Kecamatan Bumiaji, sehingga waktu respon 15 menit sampai tidak terpenuhi untuk daerah di sekitar Sumberbrantas dan sekitarnya. Namun, pihaknya berterima kasih kepada warga sekitar karena ketanggapan bencana kebakaran yang sering dilatih oleh Dinas Kebakaran.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved