Nasional

Petir Memisahkan Pasutri Ini, Suami Tewas dan Istri Luka Bakar

Mereka segera masuk ke gubuk di pinggir ladang untuk berteduh. Meski terlindungi dari air hujan, mereka tak selamat dari sambaran petir

Petir Memisahkan Pasutri Ini, Suami Tewas dan Istri Luka Bakar
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir ini, wilayah Wonosobo masih dilanda badai petir.

Pihaknya mencatat, setidaknya terdapat 5 orang meninggal serta 11 orang mengalami luka akibat sambaran petir dalam sebulan ini sejak bulan Maret 2017.

Tiga kejadian sambaran petir sebelumnya terjadi di kecamatan Kepil, Kejajar dan Kalikajar. Akibat insiden sambaran petir di Kepil, satu korban meninggal dan dua orang mengalami luka.

Di Kejajar, petir menyambar para pendaki dan menewaskan tiga korban serta melukai 8 orang.

Terakhir, sepasang suami istri di Kalikajar tersengat petir dan menyebabkan seorang di antaranya meninggal serta seorang lainnya luka.

Polres mengimbau, selama musim badai petir, agar warga tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat terjadi badai petir.

Jika warga terjebak hujan dan ingin berteduh, kata dia, sebaiknya memilih lokasi berteduh yang aman, seperti bangunan permanen atau mobil yang tertutup.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mengoperasikan alat elektronik saat terjadi hujan disertai geledek.

"Karena ini fenomena alam yang tidak bisa diprediksi, jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan agar terhindar dari musibah," katanya.

Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved