Breaking News:

Lamongan

Kenalan dengan Dokter Gadungan, Kodew Ngalam Kehilangan Uang Puluhan Juta

sang dokter ini kemudian memberanikan diri pinjam uang pada korban dengan alasan untuk biaya pajak membalik nama rumah dokter di Bojonegoro

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: eko darmoko
Tribunnews.com
Uang 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Entah apa yang mendasari Yuanita Dwi Kurniasari (33), perempuan asal Jalan Hamid Rusdi 9/151 RT 09 RW 01 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang ini hingga begitu percaya dengan orang yang baru dikenalnya dan mengaku sebagai dokter.

Ujung-ujungnya, Yuanita ini menjadi korban penipuan dan uang miliknya sebesar Rp 31, 8 juta hilang.

Kejadiannya bermula pada Rabu (26/4/2017) sekitar pukul 12.30 WIB mendapat telepon dari seseorang bernama Bambang melalui nomor telepon 08212762xxxx yang ingin memperkenalkan temannya bernama dr Hadi Aprianto yang kini bertugas di Halmahera dan akan pindah tugas ke RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro.

Korban Yuanita pun menyambut baik dan merespon niat baik Bambang. Selang beberapa saat kemudian, korban kembali ditelepon orang dengan nomor telepon 08131776xxxx dan mengaku bernama dr Hadi Aprianto.

Komunikasi antara 'dr Hadi Aprianto' dengan Yuanita berlanjut hingga sang dokter itu berani minta nomor rekening korban, alasannya untuk menampung transferan uang milik dokter sebelum tiba di Bojonegoro.

Dan sang dokter ini kemudian memberanikan diri pinjam uang pada korban dengan alasan untuk biaya pajak membalik nama rumah dokter di Bojonegoro.

Korban juga tidak curiga apapun dengan jurus yang dilakukan sang dokter.
Dan pada Kamis (27/4/2017) pukul 11.28 WIB, uang sebanyak Rp 31, 8 juta ditransfer melalui BTN Kantor kas Lamongan ke nomor rekening 00300015xxxxx atas nama Salman Reyhan Malik, sesuai alamat yang disodorkan pelaku.

Korban mulai curiga ketika nomor sang dokter itu sudah tidak bisa dihubungi, hingga berulangkali. Barulah Yuanita merasa ditipu setelah nomor handphone orang-orang yang menghubungi korban semuanya tidak bisa dihubungi lagi alias off.

Begitu tidak bisa menemukan jejak para pelaku, korban Yuanita barulah melaporkan kejadiannya ke Polres Lamongan.

"Polisi akan berusaha menemukan jejak pelaku. Dan kejadian ini setidaknya bisa jadi perhatian agar tidak terulang dialami masyarakat lainnya," kata Kasubag Humas, AKP Suwarta kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (28/4/2017).

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved