Breaking News:

Malang Raya

Pedagang Pasar Merjosari Segera Lapor Komnas HAM

edagang memilih masih bertahan karena merasa Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) tidak layak untuk ditempati

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pedagang Pasar Penampungan Sementara Merjosari berkumpul menghadang pembongkaran bertahap pasar di Pasar Penampungan Sementara Merjosari, Kota Malang, Rabu (5/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Paska pemutusan listrik di Pasar Sementara Merjosari, pedagang di pasar tersebut memakai penerangan dari genset.

"Pedagang pakai genset, karena memang tetap memilih berjualan di Merjosari," ujar Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Merjosari, Sabil El-Achsan kepada Surya, Minggu (30/4/2017).

Adanya penerangan dari genset, pedagang tidak berjualan dalam gelap. Maklum saja, aktivitas jual beli di pasar tersebut dimulai dini hari. Sebab beberapa pedagang melayani pedagang sayur keliling yang kulakan.

Pedagang memakai penerangan dari genset serta menutupi atap yang berlubang memakai terpal. "Setiap pagi masih dipakai berjualan, juga kulakan terutama yang blok ikan, ayam, juga daging," imbuhnya.

Sabil menambahkan, ada kabar 1 Mei besok, Dinas Perdagangan akan memasang seng penutup di pagar pasar. Mendengar kabar itu, pihaknya sudah memberitahu Kapolres Malang Kota dan Dandim Kota Malang.

Sabil meminta supaya rencana pemasangan seng ditunda.

Menurutnya perbuatan itu tidak manusiawi. Sebab pedagang memilih masih bertahan karena merasa Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) tidak layak untuk ditempati. Belum lagi masih ad atumpang tindih administrasi, ada satu tempat di PTD, tercatat dimiliki oleh beberapa nama pedagang.

"Karenanya, kami akan berkirim surat ke Komnas HAM (Ham Asasi Manusia) atas persoalan-persoalan yang ada di Merjosari. Semoga dalam minggu ini surat bisa dikirimkan," ujar Sabil.

Ia tidak merinci poin-poin laporan ke Komnas HAM. Ia hanya menyebutkan beberapa hal, antara lain tentang pemutusan listrik, juga tidak layaknya PTD namun pedagang Merjosari tetap disuruh pindah ke PTD. 

Sabil kembali menegaskan keinginan pedagang Merjosari yang tidak ingin pindah ke PTD. Ia juga mewakili pedagang yang menginginkan pasar yang bersifat penampungan itu ditetapkan sebagai pasar tetap tradisional.

Sementara dari Pemkot Malang tetap menginginkan pedagang Pasar Merjosari segera pindah ke PTD. Pemkot melalui pihak Dinas Perdagangan menyebut ratusan pedagang memiliki tempat di PTD. Karenanya, mereka diharapkan segera pindah ke pasar terpadu itu.

Langkah esktrim yang diambil Dinas Perdagangan adalah memutus saluran listrik dari PLN ke pasar itu. Selain itu, petugas terus membongkari lapak ataupun kios yang sudah kosong karena ditinggalkan pedagang pindah ke PTD.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved