Malang Raya
Ingin Rasakan Jajan Tradisional? Datang ke Tempat Ini, Catat Jadwalnya karena Tak Buka Tiap Hari
Pintu masuk Kantor Terpadu Among Tani Kota Batu akan dihiasi banyak makanan tradisional dan sayuran para petani setiap Rabu dan Kamis.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BATU - Pintu masuk Kantor Terpadu Among Tani Kota Batu akan dihiasi banyak makanan tradisional dan sayuran para petani setiap Rabu dan Kamis.
Pemkot Batu menyediakan tempat khusus untuk kelompok pelaku usaha kecil menengah.
“Ini ada cenil, nogosari, ketan bubuk, lemet, gunung sawot, cucur, jamblem, bubur sumsum, es cendol, dan klepon. Ada juga lombok (cabai, red.), tomat, gubis, kentang, dan terong,” kata Siti Yulaikah (44), pedagang yang menjajakan makanan tradisional di dekat pintu masuk Among Tani, Rabu (3/5/2017).
Siti sudah jualan sejak dua pekan lalu. Siti jualan bersama beberapa rekannya dari kelompok Karya Bunda. Kata Siti, usahanya merupakan instruksi dari Batu Wisata Resource (BWR).
Siti berjualan mulai pukul 9.00-15.00 WIB. Siti mengatakan program itu masih dalam percobaan. Namun, dia senang bisa mendapat kesempatan jualan.
Pemkot Batu menyediakan meja untuk menggelar jajanan. Sedangkan Siti dan kawan-kawannya menyediakan makanannya.
Siti memang memiliki usaha jualan dan catering setiap hari. Dia juga sering membuka bazar makanan ketika ikut even di Kota Batu. Warga Desa Mulyo itu bisa untung mulai Rp 50.000-100.000 per hari. Dia hanya butuh modal sekitar Rp 1,5 juta untuk membuka usaha itu.
“Meskipun tidak setiap hari, tapi bisa menambah pendapatan,” tambahnya.
Sementara itu, pegawai Bagian Umum Pemkot Batu, Arif Budiyanto menyambut positif keberadaan tempat itu. Dia senang bisa menemui jajanan tradisional. Apalagi selama ini jajanan yang tradisional mulai langka.
“Kalau lapar, bisa langsung beli,” kata Arif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jajan-tradisional-di-kantor-terpadu-among-tani-kota-batu-setiap-rabu-dan-kamis_20170503_150040.jpg)