Breaking News:

Jendela Dunia

Dramatis, Peterjun Ini Lolos dari Maut Setelah parasutnya Nyangkut di Perut Pesawat

Parasut yang digunakan pria yang tak disebutkan namanya itu tersangkut di perut pesawat di ketinggian 2.500 kaki atau sekitar 760 meter dpl.

Editor: Dyan Rekohadi
Getty/Independent
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Seorang peterjun payung lolos dari maut setelah parasut yang digunakannya "nyangkut" di perut pesawat terbang beberapa saat setelah melompat keluar.

Insiden itu terjadi di landasan udara Lindtorp, sebelah barat kota Aarhus, Denmark dan menimpa seorang peterjun payung berusia 45 tahun.

Parasut yang digunakan pria yang tak disebutkan namanya itu tersangkut di perut pesawat di ketinggian 2.500 kaki atau sekitar 760 meter dari permukaan laut.

"Beruntung sang instruktur yang melompat sebelum peterjun itu bisa melakukan kontak radio dengan pilot dan staf darat, sehingga operasi penyelamatan bisa dilakukan," ujar petugas kepolisian Jutland, Jens Claumarch.

"Saat itu, pesawat sudah turun ke ketinggian 500 meter, tetapi naik lagi dan berputar sejauh satu kilometer agar peterjun itu bisa melepaskan diri dan menggunakan parasutnya," tambah Jens.

Akibat parasut tak kunjung terlepas, pesawat itu terpaksa berputar-putar untuk menghabiskan bahan bakar sambil diikuti sebuah helikopter ambulans.

Mereka terus berputar hingga sang peterjun payung menyatakan dirinya siap untuk melakukan pendaratan.

Insiden itu berlangsung selama hampir satu jam hingga akhirnya pilot sukses mendaratkan pesawatnya dengan selamat sambil menggeret sang peterjun sejauh 200 meter di landasan rumput itu hingga akhirnya berhenti.

Sebelum mendarat, landasan disirami busa terlebih dulu untuk melunakkan permukaan tanah demi mengurangi dampak terhadap sang peterjun payung di saat pesawat mendarat dalam kecepatan serendah-rendahnya.

Pilot Leif Johannsen, yang memiliki pengalaman 37 tahun, kepada harian Jylland-Posten mengatakan, insiden itu merupakan mimpi buruk baginya.

"Sebuah skenario yang tak pernah tercatat dan tak ada cara menanggulanginya dalam buku panduan manapun," ujar Johannsen.

"Semua berakhir baik karena kami bekerja sama. Staf di darat dan saya di udara, sementara sang peterjun payung tetap tenang menunggu kami menolong dia," tambah Johannsen.

Johannsen menambahkan, dia tak mengetahui parasut itu bisa menyangkut di perut pesawatnya hingga kru darat menghubunginya.

Sementara itu, kepolisian mengatakan, sang peterjun payung dalam kondisi baik hanya menderita memar dan luka gores di bagian selangkangannya.

"Dia tak perlu membeli lotere pekan ini. Semua keberuntungannya sudah digunakan hari ini," ujar Jens Claumarch sambil tertawa.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved