Malang Raya

Saat Anak-anak Makin Akrab dengan Gadget, Ini Dampaknya

Maria Fransiska Nanik Hariani mengaku sengaja menampilkan kesan kebudayaan. Sebab, SD yang dipimpinnya fokus memperkenalkan kebudayaan.

Saat Anak-anak Makin Akrab dengan Gadget, Ini Dampaknya
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Siswa SD Cor Jesu tampil mengenakan busana Bali dalam peringatan 117 HUT SD Cor Jesu, Sabtu (6/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - SD Cor Jesu, Kota Malang menggelar acara meriah untuk memperingati 117 tahun berdirinya sekolah itu, Sabtu (6/5/2017).

Acara yang dikemas untuk menumbuhkan kebhinekaan itu diikuti 493 siswa. Para siswa mengenakan kostum daerah seperti Jawa, Bugis, Papua, Dayak dan sebagainya.

“Selamat datang,” kata seorang anak berpakaian adat Jawa yang menyambut SURYAMALANG.COM.

Kepala Sekolah SD Cor Jesu, Maria Fransiska Nanik Hariani mengaku sengaja menampilkan kesan kebudayaan. Sebab, SD yang dipimpinnya fokus memperkenalkan kebudayaan. Siswa SD Cor Jesu tidak sekadar belajar akademik. Melainkan juga belajar kebudayaan. Ilmu kebudayaan yang dipelajari siswa ditampilkan di hadapan publik Setiap tahun.

“Makannya ada gamelan, karawitan, dan tari topeng,” ujar Nanik.

Ada puluhan kebudayaan yang ditampilkan dalam acara itu. Menurutnya, munculnya semangat memperkenalkan budaya berawal dari rasa keprihatinan. Nanik sering melihat anak-anak lebih dekat dengan gadget dibandingkan mengenal identitas kebudayaannya.

“Anak-anak perlu tahu budayanya sendiri. Setelah tahu, mereka bisa mempresentasikan dengan gerakan. Setelah itu mereka bisa mencintai. Kalau sudah mencintai, banyak hal yang bisa dilakukan,” ujar Nanik.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved