Malang Raya
Demi Lomba Kompetensi Siswa, Ivan Batal Ikut SBMPTN, Ini Penyebabnya
Demi LKS SMK nasional ini, Ivan batal ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Menjelang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional di Solo, Jawa Tengah, M Ivan Adwitya menjalani Training Centre (TC) di sekolahnya di SMK PGRI 3 Kota Malang.
Ivan yang juara 1 bidang desain grafis tingkat Jatim pada 2016 itu dibina gurunya, Prasetyo Cahyo Nugroho.
“Latihannya sejak sebelum unas sampai menjelang berangkat nanti,” kata Ivan kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (9/5/2017).
Dia tengah latihan di hall gedung B sekolah itu saat SURYAMALANG.COM menemuinya. Bentuk latihannya mengacu pada kisi-kisi soal yang telah diberikan panitia ke sekolahnya. Dia biasa latihan mulai pukul 07.00 WIB. Usai mengerjakan, tugas dikoreksi pembinanya.
“Rasanya campur aduk menjelang berangkat,” kata Ivan.
Alumnus SMPN 3 Kota Batu ini ingin meraih juara pertama nanti di Solo. Pihak sekolah pun menargetkan Ivan bisa meraih juara 1.
“Saya ingin ke tingkat dunia, World Skill di Dubai,” angan Ivan yang baru lulus SMK pada 2 Mei 2017.
Demi LKS SMK nasional ini, Ivan batal ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Saat SBMPTN digelar pada 16 Mei 2017, dia harus berjuang di tingkat nasional.
“Saya tidak tembus saat SNMPTN lalu,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/siswa-smk-pgri-3-kota-malang-m-ivan-adwitya-ikut-lomba-kompetensi-siswa-lks-smk-tingkat-nasional_20170509_165550.jpg)