Breaking News:

Malang Raya

Guru SMK Didorong Miliki Keahlian Ganda, Ini Kebijakan yang Disiapkan Menteri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menyebut baru sebanyak 22 persen guru SMK di Indonesia yang keahliannya relevan dengan materi yang

Tribunnews.com
Muhadjir Effendi 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pengembangan SMK berfokus pada empat bidang keahlian dengan potensi besar di Indonesia, yaitu kelautan, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif, membutuhkan banyak tenaga pengajar.

Di sisi lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menyebut baru sebanyak 22 persen guru SMK di Indonesia yang keahliannya relevan dengan materi yang diajarkan.

"Sisanya adalah guru adaptif dan normatif," katanya pada SURYAMALANG.COM, Senin (22/5/2017).

Oleh karena itu, Kemendikbud membuat kebijakan pelatihan keahlian ganda untuk para guru normatif dan adaptif. "Sehingga guru adaptif dan normatif memiliki keahlian ilmu mayor dan minor yang bisa digunakan untuk mengajar siswa sesuai jurusan di SMK," katanya.

Target guru dengan keahlian ganda pada 2019 adalah mencapai 40 ribu guru. "Tahun ini targetnya ada 15 ribu guru berkeahlian ganda. Pelatihannya dilakukan selama satu tahun dengan 6 bulannya dilakukan di perusahaan terkait dan relevan," jelas mantan Rektor UMM itu.

Hal tersebut juga akan mendekatkan SMK dengan industri. Selain itu, tenaga pengajar yang relevan juga bisa didapatkan dari pegawai perusahaan yang telah mendapatkan ijin dari badan standar profesi. "Atau bisa juga sarjana murni bersertifikat keahlian," tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved