Breaking News:

Malang Raya

Mentri Sebut SMK Ponpes Bisa Tumbuh Besar di Indonesia, Asal Ini yang Dibina

Penekanan pada industri kreatif karena pondok pesantren yang memiliki SMK atau madrasah aliyah kejuruan (MAK) bisa memaksimalkan potensi santriwati.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menghadiri rapat koordinasi SMK Maarif NU Provinsi Jawa Timur di Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (22/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi melakukan lawatan ke Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (22/5/2017). Kunjungan itu juga untuk menghadiri rapat koordinasi SMK Maarif NU Provinsi Jawa Timur.

Dalam kunjungan itu, Muhadjir menekankan pada kepala sekolah SMK Maarif untuk memfokuskan jurusan dan keterampilan pada beberapa jurusan yang memiliki peluang besar di Indonesia.

”Peluang besar untuk dijadikan jurusan di SMK Indonesia ada 4, yaitu kelautan, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif," kata Muhadjir, Senin (22/5/2017).

Ia menekankan lagi pada industri kreatif karena pondok pesantren yang memiliki SMK atau madrasah aliyah kejuruan (MAK) bisa memaksimalkan potensi santriwati dan siswinya yang berhijab.

"Terutama industri kreatif meliputi film, kuliner, dan fashion. Fashion yang besar potensinya saat ini adalah fashion muslimah berhijab yang bisa terus dikembangkan," ujarnya.

Selain itu, Muhadjir juga mengharapkan Maarif memusatkan SMK pada bidang pariwisata. "Karena pariwisata menjadi 5 besar penyumbang pendapatan negara. Pariwisata Indonesia ini unik dan eksklusif karena menonjolkan budaya dan religius," tuturnya.

Rektor Unisma, Prof Masykuri Bakri menimpali perkataan Mendikbud. Ia mengatakan Unisma siap menyediakan tenaga pengajar di bidang-bidang potensi besar itu.

"Kami akan persiapkan mahasiswa untuk menjadi pengajar di empat jurusan berpotensi besar itu. Sebenarnya sudah banyak lulusan Unisma yang menjadi pengajar namun masih menjadi pengajar umum, bukan sekolah kejuruan," katanya. (nh)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved