Breaking News:

Ngawi

Pelajar SMK Ini Paksa Para Teman Perempuannya Masuk Toilet, Aksi Pencabulannya Terbongkar

Umumnya siswi yang jadi korban nafsu bejat si A dipaksa masuk ke toilet setempat kemudian pelaku melakukan pencabulan itu.

ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, NGAWI - 
Dianggap sebagai pelaku pencabulan, A siswa salah satu SMKN di Ngawi dilaporkan rame rame oleh orangtua siswi teman satu sekolah ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Resor Ngawi.

Menurut Ny Supri, warga Kelurahan Pelem, Kecamatan/Kabupaten Ngawi orangtua salah satu pelapor, tujuan melaporkan A itu agar tidak tetjadi korban lagi dan terlapor bisa merubah sikapnya yang amoral.

"ini untuk memberi pelajaran agar dia (A) kapok, dan tidak lagi melakukan tindakan tidak bermoral itu kepada siswi lainnya. Karena korban amoral A, ini ada beberapa siswi,"kata Ny Supri kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (24/5-2017).

Dikatakan Ny Supri, korban pelaku rata rata berusia 14 - 15 tahun . Saat ini yang melapor ke SPK Resor Ngawi baru lima orangtua siswi, kemungkinan siswi korban amoral pelaku lainnya malu melapor menjadi korban siswa SMKN klas VIII itu.

"Ini yang melapor ke Polisi bersama saya baru lima orangtua siswi. Korban lainnya kemungkinan masih ada, tapi mereka malu melapor menjadi korban perbuatan tidak terpuji A itu," jelas Ny Supri.

Modus pelaku, tambah Ny Supri, memanfaatkan toilet sekolah untuk berbuat cabul kepada para korbanya. Umumnya siswi yang jadi korban nafsu bejat si A dipaksa masuk ke toilet setempat kemudian pelaku melakukan pencabulan itu.

"Modusnya sesuai.pengakuan anak saya, pelaku memaksa siswi korbannya masuk ke toilet sekolahan, kemudian didalam toilet itu pelaku melakukan tindakan amoral itu,"ujar Ny Supri seraya menahan nafas dengan wajah memerah dan mata berkaca kaca.

Selain memberi pelajaran, kata Ny Supri, orangtua korban tidak menginginkan ada tindak kekerasan terhadap pelaku, meski perbuatan yang dilakukan sangat merusak moral dan mental anak anaknya.

"Makanya ini yang melapor ke SPK Polres Ngawi ibu-ibunya korban. Kalau bapak bapak takutnya tidak bisa menahan emosi dengan perbuatan pelaku. Mudah mudahan dengan diberi pelajaran ini, pelaku bisa kapok dan tidak ada korban lainnya,"harap Ny Supri.

Pejabat di Kepolisian Resor Ngawi belum satu pun yang bersedia dimintai konfirmasi terkait laporan lima orangtua wali murid salah satu SMKN di Ngawi ini. Polisi masih akan melakukan penyelidikan untuk mendalami laporan sejumlah orangtua siswi itu.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved