Malang Raya

Menyongsong Pilkada Kota Malang, PDIP Temui Enam Parpol, Hmm Ada Apa Ya?

Menurut Ketua PDIP DPC Kota Malang, Arief Wicaksono, pertemuan itu digelar, Kamis (25/5/2017) sore di sebuah rumah makan di Kecamatan Blimbing

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
surya/irwan syairwan
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ada dinamika baru menjelang Pilkada Kota Malang 2018.

Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Malang bertemu dengan pimpinan enam partai politik yang beberapa waktu lalu menyatakan diri membangun komunikasi kekeluargaan.

Menurut Ketua PDIP DPC Kota Malang, Arief Wicaksono, pertemuan itu digelar, Kamis (25/5/2017) sore di sebuah rumah makan di Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Ketika dihubungi SURYAMALANG.COM, Arief mengakui pihaknya diundang oleh pimpinan enam parpol itu.

"Kami diundang, sebenarnya dari kemarin tetapi karena saya keluar kota terus, jadi baru tadi bisa bertemu," ujar Arief saat dihubungi, Kamis (25/5/2017) malam.

Arief mengakui pertemuan ini untuk menyongsong Pilkada Kota Malang 2018. Pertemuan itu disebutnya sebagai proses penjajakan untuk menyamakan visi dan misi menjelang Pilkada.

"Saya kira ini positif, proses penjajakan menjelang Pilkada untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. Komunikasi itu perlu, untuk menyamakan visi dan misi," imbuh Arief.

Pertemuan sore tadi belum bisa disebut sebagai bentuk koalisi. Meski begitu, sebagai partai yang bisa mengusung calon tanpa berkoalisi, PDIP menargetkan mengusung calonnya di kursi N-1 atawa wali kota.

Karenanya, ketika nanti terjadi koalisi, PDIP akan mengusung calon wali kota, sedangkan partai koalisi mengajukan nama calon wakil wali kota.

"PDIP N-1, partai koalisi bisa N-2," imbuh laki-laki yang juga Ketua DPRD Kota Malang ini.

PDIP nantinya mengharapkan koalisi nasionalis-religius. Kepastian kapan koalisi resmi terjadi, Arief memprediksi akan dilakukan setelah rekom calon dari PDIP ditetapkan oleh DPP PDIP.

Sebelumnya, enam parpol yakni Gerindra, Nasdem, PPP, PAN, PKS, dan Demokrat menyatakan membangun komunikasi kekeluargaan menjelang Pilkada.

Keenam parpol ini tidak bisa mengusung calon tanpa berkoalisi. Jika mereka bersatu, maka mereka memiliki modal 20 kursi di gedung dewan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved