Jumat, 1 Mei 2026

Malang Raya

VIDEO : Penyedia Jasa Penukaran Uang Baru di Kota Malang Ini Jamin Tak Edarkan Uang Palsu

Uang yang dimiliki Madyanto pecahan uang baru. Bahkan Madyanto juga menyediakan uang baru terbitan 2016.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, KLOJEN  - Pelaku usaha jasa penukaran uang di Kota Malang bermodal besar. Mereka harus merogoh kocek belasan hingga puluhan juta untuk menyediakan uang baru.

Madyanto (50) misalnya. Lelaki yang menempati stand di jalan masuk supermarket Ramayana ini mengaku merogoh modal Rp 30 juta. Uang itu ditukarnya ke pecahan uang baru.

“Modalnya Rp 30 juta untuk Ramadan kali ini. Mungkin akan habis tanggal 25 Ramadan,” ujar Madyanto yang baru tiga hari membuka jasa penukaran uang, Kamis (1/5/2017).

Modal ini naik 100 persen dibanding tahun lalu. Tahun lalu ia hanya bermodalkan Rp 15 juta. “Alhamdulillah,” ujarnya sambil terkekeh.

Lelaki asli Pulau Madura itu mengaku menukar uang di Solo, sejak sebulan sebelum Ramadan.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, uang yang dimiliki Madyanto pecahan uang baru. Bahkan Madyanto juga menyediakan uang baru terbitan 2016. Komisi untuk uang baru keluaran 2016 lebih mahal dibandingkan uang terbitan sebelumnya.

“Kalau yang uang (terbitan lama) saya ambil Rp 7.500 per Rp 100.000. Tapi kalau yang terbitan 2016, saya mengambil Rp 10.000 per Rp 100.000. Saya jamin asli semua, tidak ada yang palsu,” tegasnya.

Sementara itu dalam beberapa kali wawancara Kepala Bank Indonesia Malang Dudi Herawadi menyarankan masyarakat menukar uang di tempat penukaran resmi, seperti perbankan.

“Dan pada prinsipnya uang itu tidak untuk diperjualbelikan,” tegas Dudi.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved