Jendela Dunia

Walah, Pernah Tutup 24 Penjara, Sekarang Negara Ini Malah ‘Impor’ Penjahat untuk Isi Penjara

Kini, jumlah penjara yang ditutup bertambah lima lagi. Jadi sejak empat tahun lalu, sudah 24 penjara berhenti beroperasi.

Walah, Pernah Tutup 24 Penjara, Sekarang Negara Ini Malah ‘Impor’ Penjahat untuk Isi Penjara
theguardian.com
Ilustrasi Penjara 

SURYAMALANG.COM, BELANDA - Pemerintah Belanda menutup 19 lembaga pemasyarakatan pada 2013. Penutupan ini dilakukan karena kekurangan pelaku kejahatan untuk mengisinya.

Kini, jumlah penjara yang ditutup bertambah lima lagi. Jadi sejak empat tahun lalu, sudah 24 penjara berhenti beroperasi.

Kondisi ini berbeda dengan Indonesia.

Dalam sejumlah kesempatan, Menteri Hukum dan HAM Yassonna Laoly mengatakan lembaga pemasyarakatan (lapas) atau penjara over-kapasitas, tidak bisa menampung banyaknya tahanan.

Penutupan lima penjara di Belanda ini setidaknya mengakibatkan hampir 2.000 orang kehilangan pekerjaan mereka.

Hanya 700 orang dari mereka yang mengalami transisi ke pekerjaan baru yang belum ditetapkan dalam sistem penegakan hukum Belanda.

Sebenarnya, tren ditutupnya penjara di Belanda sudah mulai terlihat sejak angka kejahatan menurun sejak 2004.

Satu sisi kosongnya penjara terlihat bagus karena berarti minimnya krinimalitas. Tetapi di sisi lain buruk karena banyak orang yang bekerja di berbagai penjara ini.

Alhasil pada September tahun lalu, Belanda ‘mengimpor’ 240 pelaku kriminal dari Norwegia hanya untuk mengisi penjara-penjaranya yang kosong.

Meski demikian, menurut laporan harian The Telegraaf, Menteri Kehakiman Belanda Ard van der Steur mengatakan kepada parlemen bahwa biaya operasional penjara kosong itu terlalu mahal bagi negeri sekecil Belanda.

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved