Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Konsultan Politik Amerika Serikat Ini Bicara Tentang Media Sosial dan Pilkada di Kota Malang

Beberapa tahun terakhir media sosial menjadi kekuatan untuk membantu seseorang meraih suara dalam sebuah pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Suasana diskusi Publik 'from grasroot to action', Jumat (2/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Media sosial sangat berperan penting dalam memenangkan seorang kepala daerah di sebuah pemilihan umum. Hal ini dikemukakan oleh Kitty Kurth, seorang konsultan politik dari Amerika Serikat (AS) dalam Diskusi Publik 'from grasroot to action', Jumat (2/5/2017).

Diskusi digelar di kediaman Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI) Ya'qud Ananda Gudban, Jl Ijen No 73 Kota Malang.

Kitty menuturkan beberapa tahun terakhir media sosial menjadi kekuatan untuk membantu seseorang meraih suara dalam sebuah pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.

Ia mencontohkan kemenangan Presiden Donald Trump yang memenangi Pemilihan Presiden AS, salah satunya karena gerakan kampanye besar-besaran melalui twitter. "Anda bisa mempromosikan diri, mempublikasikan program melalui media sosial, ketika melalui media mungkin harus membayar," ujar Kitty.

Selain untuk mempublikasikan program seorang calon, media sosial juga bisa dipakai untuk menggalang dana (fund rising) bagi sang calon. Lalu apakah cara yang disebut Kitty, cocok diterapkan di Indonesia?.

"Dasarnya 80 persen politik itu sama di semua negara, dan 20 persen barulah situasi lokal. Jadi saya kira ini juga bisa diterapkan di semua negara termasuk negara," tegas Kitty.

Media sosial, lanjutnya, bisa mengubah orang yang bukan siapa-siapa menjadi seorang yang terkenal. Namun Kitty mengingatkan kunci agar warga bisa percaya terhadap seorang calon yang berkampanye melalui media sosial.

"Bicara jujur, bicara dari hati, bertemu orang lokal secara langsung, juga mendengarkan pemilih. Mendengar ide dan mampu membuat orang percaya," tegas Kitty.

Lebih lanjut Kitty menjelaskan, perubahan dimulai dari politik dan sebuah pemilihan. Karenanya, menurutnya sangat penting mengajak semua orang, termasuk pemilih pemula, untuk andil memberikan suara dalam sebuah pesta demokrasi alias pemilihan langsung.

Kitty juga menegaskan, pemakaian maksimal media sosial mampu mengikis politik uang. "Orang akan melihat, membaca, dan mendengar langsung program dan visi misi calon. Saya yakin kampanye melalui media sosial, akan mempengaruhi banyak pemilih sehingga meminimalkan politik uang,' lanjutnya.

Ketika disinggung tentang etika seorang konsultan politik di sebuah ajang pemilihan langsung (Pemilu/Pilkada), Kitty menjawab di AS pun tidak ada kode etik secara formal di dunia konsultan politik.

Tetapi secara etik, sebagai seorang konsultan politik harus mempercayai kebenaran, program, juga calon yang akan menjadi kliennya. "Jika saya tidak percaya dengannya, tidak percaya pada programnya, programnya tidak memihak kepada perempuan, lingkungan, pada pengentasan kemiskinan, maka saya tidak akan mau menjadi konsultannya meskipun dia membayar banyak. Saya dibayar banyak tetapi tidak bisa tidur, mendingan uang sedikit tetapi bisa tidur nyenyak," tegas Kitty dalam Bahasa Inggris.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved