Malang Raya

Terbakar Api Cemburu, Tiga Anak Punk di Kota Batu Keroyok Korban Hingga Tewas

"Korban ini dipukuli hampir seluruh tubuhnya. Di bagian perut satu kali, kepala tiga kali, dan leher tiga kali,"

Terbakar Api Cemburu, Tiga Anak Punk di Kota Batu Keroyok Korban Hingga Tewas
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Tiga anggota punk ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan berujung tewas. Kasus ini dirilis Polres Batu, Jumat (2/6/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Nasib sial menimpa Fibrian Dwiantara (20) warga Jalan Hasanudin, Kota Batu. Ia menjadi korban pengeroyokan dan merenggang nyawa. Fibrian dikeroyok oleh tiga pemuda yang terbakar api cemburu.

Kapolres Batu, AKP Leonardus Simarmata, menceritakan peristiwa itu terjadi pada 9 April. Korban yang merupakan anak punk tersebut memiliki kekasih. Faktanya, kekasih tersebut masih berpacaran dengan tersangka berinisial RS (19) warga Pesanggrahan.

"Tersangka RS ini tidak terima kalau pacarnya memiliki hubungan dengan korban. Akhirnya, ia memanggil teman-temannya untuk mengeroyok korban," kata Leonardus saat rilis di Polres Batu, Jumat (2/6/2017).

Pengeroyokan tersebut dilakukan di Jalan Gondorejo, 9 April sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor sendirian. Lalu datanglah tersangka RS bersama dua temannya, yakni YDS (27) warga Blitar dan AR (29) warga Blitar juga.

"Korban ini dipukuli hampir seluruh tubuhnya. Di bagian perut satu kali, kepala tiga kali, dan leher tiga kali," imbuhnya.

Tersangka melakukan pemukulan menggunakan alat pukul yang biasa digunakan untuk bertinju. Alat tersebut terbuat dari besi.

Dari kejadian pengeroyokan tersebut, korban sempat melarikan diri. Namun, karena mengalami luka yang cukup serius korban berkali-kali dirujuk ke rumah sakit.

Hingga pada akhirnya, korban meninggal dunia pada 14 Mei. Pihak kepolisian terus mencari tersangka pengeroyokan, hingga pada akhirnya ketiga tersangka ini ditangkap dua minggu setelah kejadian. Akibat perbuatannya ini, tersangka dikenai pasal 170 ayat 2 dan 3 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Tersangka RS mengaku kalau dirinya tidak terima pacarnya berhubungan dengan pria lain. "Dia masih pacar saya," kata RS singkat dari balik topengnya. Ketiga tersangka tersebut merupakan anak punk yang berkeliaran di Kota Batu.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Dzaky Dzul Qornain menambahkan kalau tersangka ini merupakan kelompok punk yang memilkiki ciri-ciri khusus, yakni ada tato yang ada di tubuh mereka.

"Mereka punya kelompok sendiri-sendiri. Ciri-ciri yang membedakan itu ya dari tatonya," kata Dzaky.

Ketiga tersangka ini memiliki tato bertuliskan True Story The Death and Life. Dikatakannya, masih banyak lagi anggota punk dengan ciri yang berbeda. Di antara mereka ini, setiap kelompok memiliki anggota sekitar 50 orang.

"Pokoknya kalau kelompok punk ini pasti permasalahanya itu. Jadi ada cirinya masing-masing kelompok," imbuh Dzaky.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved