Malang Raya

Siswa SMP Teliti Serangga Air di Sumber Sungai Brantas Kota Batu, Ternyata Ini yang Didapat

Kalau sejak 2009 seharusnya ada 16 jenis serangga yang ada di sumber mata air DAS Brantas. Namun, saat ini tinggal 1 jenis serangga saja.

Siswa SMP Teliti Serangga Air di Sumber Sungai Brantas Kota Batu, Ternyata Ini yang Didapat
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Para siswa SMPN 5 meneliti serangga air di Arboretum Sumber Brantas, Rabu (7/6). Penelitian serangga ini untuk melihat dan mengidentifikasi pencemaran lingkungan melalui serangga 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sebanyak 25 siswa SMPN 5 Kota Batu terlihat sibuk di sumber mata air Arboretum Sumber Brantas, Rabu (7/6) pagi.

Mereka terlihat sangat teliti mencari serangga-serangga hidup di lokasi yang juga merupakan titik noL sumber mata air brantas itu.

Mereka tak sendiri, tetapi didampingi oleh Tim peneliti Lembaga Kajian Ekologi (Ecoton) untuk melakukan sensus dengan mengambil sampel serangga di sejumlah titik di sepanjang hulu Sungai Brantas.

Pengambilan sampel yang diawali dari Arboretum Sumber Brantas, salah satu sumber mata air Sungai Brantas yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Lalu mereka melanjutkan di Jurang Kuali, masih di wilayah konservasi Taman Hutan Raya R Soeryo. Keterlibatan para siswa ini untuk bentuk upaya edukasi lingkungan yang ada di hulu sungai.

Salah satu siswa SMPN 5 yang ikut mencari serangga, Imeliana Natasha, siswa kelas 8, mengatakan ia baru pertama kali melakukan penelitian serangga. Hal ini tentu pengalaman baru bagi dirinya mengetahui jenis serangga yang ada di sumber mata air.

"Awalnya tidak tahu nama dan fungsi serangga yang hidup di air. Ternyata ada banyak jenisnya serangga itu. Dan serangga juga menunjukkan kualitas dari itu," kata Imeliana. Bahkan saat ini dirinya mulai memahami tentang kepedulian lingkungan.

Mereka dibagi menjadi dua kelompok, ada yang mencari serangga ada yang mengidentifikasi jenis serangga. Perbedaan kedua lokasi ini yang dijadikan penelitian siswa ini ialah, Arboretum belum pernah aktivitas manusia yang mempengaruhi perubahan kondisi lingkungan.

Sementara di Jurang Kuali, merupakan kawasan yang padat permukiman penduduk dan berlangsung aktivitas seperti pertanian dan rumah tangga.

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan pihaknya mengajak siswa ini untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang lingkungan hidup.

"Sensus ini tujuannya untuk mengidentifikasi pencemaran lingkungan di ekosisten sungai. Nah kami mengajak siswa agar ikut terlibat dan mengetahui tentang jenis serangga dan fungsinya," kata Prigi.

Dari tahun 2009 pihaknya terus melakukan penelitian. Aktivis lingkungan ini mengatakan kalau sejak 2009 seharusnya ada 16 jenis serangga yang ada di sumber mata air DAS Brantas. Namun, saat ini tinggal 1 jenis serangga saja. Yakni serangga bernama Ghompidae.

Hal ini tentu menunjukkan kalau terjadi pencemaran di sumber mata air. Dikatakannya, serangga air menjadi parameter untuk mendeteksi perubahan terkecil yang terjadi pada kawasan hulu.

"

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved