Malang Raya

Juragan Sembako di Malang Dapat Teror SMS, Isi Pesannya Bikin Heboh Warga Satu Kampung

Rumah juragan sembako, Arwan Sarafitoto (54) di desa Ganjaran kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang diteror bom.

Juragan Sembako di Malang Dapat Teror SMS, Isi Pesannya Bikin Heboh Warga Satu Kampung
SURYAMALANG.com/Ahmad Amru Muiz
teras rumah juragan sembako tempat ditemukan benda mirip bom di garis polisi, Jumat (9/6). 

Ini dikarenakan ancaman yang dikirim oleh peneror kepada warga tersebut pada intinya minta uang Rp 10 juta.

"Untuk itu, kami masih melakukan penyelidikan dan mencari siapa peneror bom di rumah juragan sembako tersebut, dan untuk material diduga bom tersebut masih kami lakukan penelitian lebih lanjut," ucap Yade Setiawan Ujung.

Berita penemuan bom di malang
Berita penemuan bom di malang (SURYAMALANG.com/Ahmad Amru Muiz)

Memang, diakui Yade Setiawan Ujung, aksi teror bom di rumah juragan sembako tersebut juga berhasil membuat gaduh warga di bulan Ramadhan sekarang ini.

Warga menjadi resah dan penasaran sehingga beramai-ramai mendatangi rumah yang diteror bom.

"Untuk itu, kami mengharap warta tetap tenang dan tidak terpancing oleh aksi teror seperti itu. Apalagi saat ini bulan Ramadhan sehingga kondusifitas wilayah harus tetap dijaga bersama," tandas Yade Setiawan Ujung.

Sementara juragan sembako, Arwan Sarafitoto mengatakan, kejadian teror bom itu diterima di handphone isterinya sekitar pukul 03.30 WIB.

Setelah dibaca isi SMS, dirinya langsung menghubungi kerabat terdekat. Selanjutnya secara bersama-sama mencari kebenaran adanya barang diduga bom.

Dan diketemukanlah barang diduga bom sebesar ukuran batako dibungkus serta ada kabelnya diletakkan di sudut teras rumahnya.

Temuan benda diduga bom dan adanya SMS teror bom itupun dilaporkan ke Perangkat Desa setempat. Laporan itupun diteruskan ke Polisi yang langsung datang dan mengamankan lokasi rumah juragan sembako.

"Setelah itu warga ramai berdatangan ingin melihat ada apa," kata Arwan di Mapolres Malang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved