Malang Raya

Petugas Perlindungan Konsumen Sidak Keberadaan Mie Instan Korea di Kota Malang

Menurut Kepala UPT Perlindungan Konsumen Kantor Malang Wayono Metrikno, sidak itu menindaklanjuti surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Petugas memeriksa mie korea yang digudangkan di Giant Extra Sawojajar Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petugas dari UPT Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Kantor Malang, menggelar sidak ke sejumlah pertokoan ritel modern di Kota Malang, Selasa (20/6/2017).

Inspeksi mendadak itu untuk memantau peredaran mie impor dari Korea Selatan yang sudah diumumkan untuk ditarik peredarannya di Indonesia.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, petugas di UPT itu dibagi menjadi dua tim. Satu tim mengecek di tiga tempat dan satu lagi juga di tiga tempat. Semuanya di pertokoan ritel.

Menurut Kepala UPT Perlindungan Konsumen Kantor Malang Wayono Metrikno, sidak itu menindaklanjuti surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami mengawasi barang yang beredar. Sehubungan perintah dari BPOM terkait penarikan mie produk Korea, sehingga kami menindaklanjutinya," ujar Wayono.

Tujuan sidak itu, lanjutnya, untuk memastikan apakah ada mie produk Korea yang masih beredar atau tidak.

Di beberapa tempat, petugas tidak menemukan mie Korea terpajang di etalase penjualan. Beberapa toko ritel modern yang didatangi sudah menariknya ke gudang.

"Di beberapa tempat yang kami datangi, barang ada tetapi sudah ditarik di gudang," ujar Wayono.

Beberapa waktu lalu BPOM mengeluarkan perintah penarikan mie produksi asal Korea Selatan. Ditengarai ada beberapa varian mengandung babi atau minyak babi tetapi tidak ada keterangannya di label.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved