Jendela Dunia
Turis Belanda Langsung Tewas saat Bungee Jumping, Kok Bisa? Ternyata Instrukturnya Bilang Begini
Vera Mole (17), seorang wisatawan asal Belanda tewas saat bermain Bungee Jumping. Penyebabnya bikin syok
SURYAMALANG.com - Vera Mole (17), seorang wisatawan asal Belanda tewas saat bermain Bungee Jumping di Spanyol.
Peristiwa tersebut memancing reaksi banyak orang, sebab penyebab turis cantik ini tewas karena persoalan sepele, bahasa.
Melansir dari situs Metro, kasus kematian Vera Mole ini bahkan masuk ke pengadilan.
Ya, polisi mengusut kasus ini dan membawa kasus ini ke pengadilan.
Dalam penyelidikan terungkap kalau Mole diduga melompat di saat yang tak tepat.
Saat itu dia melakukan aksi bungee jumping di kaki jembatan Cabezon de la Sal, Cantabria.
Peristiwa ini terjadi pada 2015, lalu disidangkan pada akhir pekan lalu.
Saat melompat itu Mole didampingi seorang instruktur dari Flowtrack.
Flowtrack merupakan perusahaan yang mengelola bungee jumping.
Dalam persidangan Flowtrack mengatakan tewasnya Mole adalah sebuah kecelakaan semata.
Martijn Klom, yang mewakili Flowtrack, mengatakan kematian itu akibat salah paham ketika si gadis menerima perintah dari instruktur.
Kata Klom, si gadis itu langsung melompat ketika sudah terikat tali, namun belum diamankan pada jembatan.
Tap, kalimat yang diucapkan instruktur tadi bikin syok?
Mengutip dokumen pengadilan, Metro menyebutkan, Mole diduga melompat setelah si instruktur mengatakan 'no jump' (jangan melompat).
Nah, karena Bahasa Inggris yang buruk, kalimat itu terdengar 'Now Jump' atau melompatlah sekarang.
Sesaat setelah kalimat itu diucapkan Mole melompat.
Padahal saat itu, tali yang mengikat kaki Mole sama sekali belum diikatkan pada pengaman apa pun.
Maka, hidup Mole pun berakhir tragis, tewas lokasi bungee jumping.
Hakim di pengadilan Cantabria, Spanyol bagian utara, menyebut bahasa Inggris si instruktur sebagai macarronico atau sangat buruk.
Kata hakim, mengingat bahasa Inggris-nya yang amat buruk, si instruktur seharusnya mengatakan 'don't jump' untuk menyatakan 'jangan melompat'.
Dengan mengatakan 'don't jump', si gadis berambut keriting itu bisa membedakan instruksi dengan 'now jump'.
Bila itu yang dilakukan, si gadis tidak akan melompat dan sekarang sudah berusia 19 tahun.
Tidak hanya itu, hakim pun memerintahkan pemeriksaan identitas si korban untuk memastikan bahwa ia sudah berusia minimal 18 tahun, sesuai aturan setempat untuk ikut dalam aksi ekstrem semacam bungee jumping.
Sidang itu juga mengungkap kesalahan lain pengelola bungee jumping.
Dalam sidang itu terungkap bahwa jembatan mematikan itu ternyata tidak disarankan untuk atraksi bungee jumping. (*)
*) artikel ini disadur dari SURYA.co.id dengan judul Gadis Ini Bernasib Tragis Gara-gara Orang Lain Bicara Bahasa Inggris Membingungkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-turis-belanda-tewas-saat-bungee-jumping_20170627_133617.jpg)