Breaking News:

Tulungagung

Indahnya Keberagamaan di Tulungagung, Gereja Ubah Jadwal Ibadah, Umat Islam Suguhkan Ketupat

Gereja ini sengaja mengubah jadwal ibadahnya untuk menyesuaikan acara kupatan. Biasanya ibadah dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung dua jam.

SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Boyolangu dijamu ketupat sayur oleh umat Islam di Tulungagung, Minggu (2/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Puluhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Boyolangu, Kabupaten Tulungagung selesai  ibadah, Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 08.00 WIB.

Para jemaat dipersilakan warga setempat menuju sebuah tenda di kantor Perhutani yang berada di depan gereja.

Di tempat ini warga muslim setempat menyelenggarakan perayaan kupatan. Jemaat disuguhi sarapan ketupat  dengan lauk soto.

“Begitu selesai ibadah, kami langsung sarapan lontong,” ujar seorang jemaat kepada SURYAMALANG.COM.

Gereja ini sengaja mengubah jadwal ibadahnya untuk menyesuaikan acara kupatan. Biasanya ibadah dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung dua jam.

Namun kali ini ibadah dimulai pukul 07.00 WIB dan hanya berlangsung sejam.

Pendeta GPdI Boyolangu, Timotius Mulyadi mengatakan acara kupatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Karena itu pihaknya menyesuaikan  waktu ibadah agar tidak saling mengganggu.

“Sound di lokasi kupatan mulai dibunyikan pukul 08.00 WIB. Ibadah kami juga menggunakan sound. Pasti tidak nyaman kalau bersamaan,”  ucap Mulyadi.

Puluhan jemaat pun berbaur bersama umat muslim menikmati hidangan. Ada pula jemaat yang ikut membantu mempersiapkan makanan.

Acara kupatan  warga RT  03 RW 01 Dusun Maron, Desa Boyolangu ini bagian dari perayaan kupatan massal yang dilaksanakan pihak desa.

Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved