Malang Raya

Ada Temuan Calon Mahasiswa Tak Layak Terima Bidik Misi di Universitas Negeri Malang, Alasannya?

Visitasi penerima Bidik Misi dilakukan karena terkadang penghasilan dan tampilan rumah tidak linier.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
Kompas.com/Jumarto Yulianus
Ilustrasi SBMPTN 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan  Universitas Negeri Malang (UM) akan menutup registrasi online untuk peserta lolos SBMPTN pada 5 Juli 2017. Setelah itu, pada 6 Juli akan diadakan verifikasi offline.

Pada saat verifikasi offline juga akan diadakan wawancara bagi peserta lolos Bidikmisi UM. Seperti diberitakan sebelumnya, peserta lolos Bidikmisi UM melebihi kuota yang disediakan Kemenristekdikti.

Kuota yang disediakan hanya 1.090, namun yang terjaring lewat SBMPTN sebanyak 895. Ditambah yang sebelumnya telah lolos lewat SNMPTN sebanyak 385.

"Kami sudah mengerahkan tim untuk mengecek kelayakan data pendapatan orang tua dan tampilan rumah dari depan, ruang tamu, dan dapur. Untuk yang di area Jatim, kami juga mengerahkan mahasiswa untuk melakukan visitasi kelayakan," jelas Wakil Rektor 1 UM, Prof Hariyono pada SURYAMALANG.COM, Senin (3/7/2017).

Visitasi dilakukan karena terkadang penghasilan dan tampilan rumah tidak linier. Ia mencontohkan, TKI pada umumnya mrmiliki rumah megah hasil kerja mereka. Namun jika sudah berhenti dan tidak kembali ke luar negeri, penghasilan mereka juga kembali rendah.

"Sampai saat ini sudah ada beberapa temuan yang tidak layak untuk menerima Bidikmisi. Misalnya ada yang orangtuanya PNS yang menurut kami masih tergolong mampu," ungkapnya.

Hariyono berharap wawancara untuk peserta Bidikmisi saat verifikasi offline juga akan membantu mengecek kelayakan peserta Bidikmisi. "UM berharap yang diterima Bidikmisi adalah yang memang layak mendapatkan bantuan," harapnya.

Berbeda dengan Universitas Brawijaya (UB), registrasi online untuk peserta lolos SBMPTN Universitas Negeri Malang (UM) akan ditutup lebih cepat, pada 5 Juli 2017.

Dari total 2.578 yang lolos masuk UM, baru sekitar 1.700 yang melakukan registrasi online.

"Biasanya memang lebih suka mepet-mepet mendaftarnya. Setelah itu, pada 6 Juli akan diadakan verifikasi offline di Graha Cakrawala," kata Hariyono. 

Pada verifikasi offline itu, peserta lolos yang telah melakukan registrasi online diharapkan sudah membayar UKT sehingga proses tidak tersendat. "Selain itu harus membawa dokumen kelengkapan, seperti surat keterangan lulus atau ijazah," imbaunya.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved