Malang Raya

Red Army Kota Malang akan Berganti Nama Menjadi Garda Pancasila, Ini Tanggal Mainnya

Setelah berganti nama menjadi Garda Pancasila, Peni mengatakan kalau pengurus tidak akan mengubah logo. Logo bergambar bintang warna kuning di perisai

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Baliho reklame Red Army sesaat sebelum diturunkan 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Ormas Red Army akan berganti nama menjadi Garda Pancasila pada 10 Juli 2017 mendatang. Hal itu dikatakan Ketua Ormas Red Army Peni Suparto dalam jumpa pers yang ia lakukan di Resto Batavia, Rabu (7/5/2017).

Peni menampik perubahan nama itu akibat dari desakan masyarakat yang mengaitkan Red Army dengan komunisme. Dalam keterangannya, perubahan nama menjadi Garda Pancasila sudah lama direncanakan dan dijadwalkan pada tanggal 10 Juli 2017.

“Tentu kami perlu event. Eventnya itu di bulan Juli karena masih bulan Syawal dan memperingati Hari Lahir Pancasila. Pasalnya 1 Juni masih bulan puasa dan kami menghormati bulan suci Ramadan,” kata Peni, Rabu (5/7/2017).

Diterangkan oleh mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang itu, usul perubahan nama Red Army berasal dari Jend (Purn) Joko Santoso yang hadir saat pelantikan anggota Red Army.

Peni menceritakan, saat itu Joko mengusulkan agar nama Red Army diganti karena identik dengan nama pasukan di Uni Soviet dan Tiongkok.

“Karena itu seyogiayanya diganti saja namanya,” jelasnya. 

Para pengurus, termasuk Peni sendiri kemudian berunding untuk menentukan nama baru pengganti nama Red Army. Dalam diskusi itu kemudian muncul nama Garda Pancasila. Kemudian dijadwalkan acara resmi perubahan nama dari Red Army menjadi Garda Pancasila dilakukan pada 10 Juli 2017.

Meskipun sudah melantik sejumlah pengurus, Red Army sejauh ini belum didaftarkan ke pemerintah. Hal itu dikatakan Peni karena nama Red Army akan segera berganti menjadi Garda Pancasila. Peni juga menegaskan kalau Red Army adalah nama sebuah organisasi masyarakat (Ormas).

 “Kami berbicara di luar politik,” katanya.

Setelah berganti nama menjadi Garda Pancasila, Peni mengatakan kalau pengurus tidak akan mengubah logo. Logo bergambar bintang warna kuning dalam perisai akan tetap digunakan. Pasalnya, bintang menjelaskan tentang makna ketuhanan yang maha esa sehingga anggota Garda Pancasila nantinya merupaka orang-orang yang berketuhanan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved