Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Universitas Wisnuwardhana Malang Siap Tambah Guru Besar

Ada tiga orang yang juga sedang dipacu untuk segera menjadi guru besar. Yaitu satu orang dari FH dan dua orang dari FKIP.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
ILUSTRASI - Rektor Unidha, Prof Suko Wiyono saat memberikan cinderamata pada Prof David Reeve, penulis buku Angkot dan Bus Minangkabau yang memberikan kuliah tamu dan diskusi buku karangannya di Universitas Wisnuwardhana (Unidha), Kamis (6/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang segera menambah guru besar untuk memenuhi ketentuan guru besar sejumlah 20 persen dari jumlah dosen.

"Jumlah dosen Unidha adalah 300, jadi idealnya harus memiliki 60 guru besar. Ketentuan itu sama untuk PTN dan PTS dan belum ada yang memenuhi kriteria tersebut," jelas Rektor Unidha, Prof Sukowiyono, Kamis (6/7/2017).

Saat ini jumlah guru besar Unidha baru ada lima orang, yaitu 4 orang dari Fakultas Hukum dan 1 dari Fakultas Ekonomi. "Dosen FH memang sudah banyak yang doktor jadi kami pacu untuk segera guru besar," lanjutnya.

Ia mengatakan ada tiga orang yang juga sedang dipacu untuk segera menjadi guru besar. Yaitu satu orang dari FH dan dua orang dari FKIP tepatnya jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

"Kami dorong terus tapi masih ada yang terhambat karena usia doktornya masih kurang dari 3 tahun. Minimal usia doktor 3 tahun baru bisa mengajukan guru besar," terangnya.

Suko menambahkan 22 doktor yang telah dimiliki Unidha terus dipacu dengan dana penelitian Rp 7,5 miliar. "Ini untuk memacu para doktor untuk segera melengkapi jurnal internasional bereputasi scopus untuk mengajukan menjadi guru besar. Kami juga sudah ada mesin plagiasi dan setiap minggu ada penilaian dari Dikti," tuturnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved