Breaking News:

Nasional

Terkait Kasus 'Ndeso' Kaesang, Polri : Laporan yang Dibuat MH Mengada-Ada

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Muhammad Hidayat (MH) kerap melaporkan pihak lain dengan berbagai alasan

Instagram
Kaesang Pangarep 

SURYAMALANG.COM - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, Muhammad Hidayat (MH) kerap melaporkan pihak lain dengan berbagai alasan.

Salah satu laporannya itu ditujukan kepada putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Ia melaporkan Kaesang ke Polres Metro Kota Bekasi dengan sangkaan ujaran kebencian dalam video blog (Vlog).

Catatan Kepolisian, Januari sampai Juni 2017, tercatat ada sekitar 60 laporan yang dibuat Hidayat.

"Ada 60 laporan yang dia buat, yang tidak layak untuk diproses. Rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/7/2017).

Setyo mengatakan, tujuan Hidayat melapor ke polisi untuk membuat takut pihak lain yang telah dilaporkannya.

Setyo mengatakan, modus Hidayat terungkap setelah pihaknya mendapat keterangan dari sejumlah pihak yang dilaporkan oleh yang bersangkutan.

"Misalnya lembaga dilaporkan, kemudian nanti dikasih tahu, 'ini saya sudah lapor loh, sudah lapor polisi'. Nah, nanti yang dilaporkan pasti takut nih," kata Setyo.

Setyo mengatakan, tiap kali membuat laporan, maka polisi menanyakan siapa saksi atas laporan tersebut.

"Yang lucu ketika ditanya (polisi) saksinya siapa? (jawaban MH) saksinya istri saya. Jadi, tiap kali ngeliat di internet gitu istrinya dipanggil, 'ini bisa dilaporkan ini'," kata Setyo.

Kepolisian tidak melanjutkan laporan Hidayat terhadap Kaesang lantaran tidak ditemukan tindak pidana dalam video blog berjudul #BapakMintaProyek.

Wakil Kepala Polri Komjen Syafruddin sebelumnya menilai, guyonan kata "ndeso" seperti yang diucapkan Kaesang itu sudah ada sejak lama dan kerap dilontarkan oleh masyarakat Indonesia.

"Omongan 'ndeso' itu kan ya, saya juga dari kecil sudah dengar omongan 'ndeso', itu guyonan saja," kata Syafruddin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2017).

Menurut Syafruddin, laporan yang dibuat MH "mengada-ada". Syafruddin menegaskan bahwa dalam menindaklanjuti laporan masyarakat, polisi harus rasional dan memenuhi unsur pidana.

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved