Vokalis Linkin Park Bunuh Diri
Kematian Vokalis Linkin Park, Chester Bennington Sudah Disiapkan? Ini Petunjuknya
“Aku akan terus datang kepada-Mu sampai apiku benar-benar padam,” bunyi salah satu kalimat puisi yang diunggah Chester pada April lalu.
SURYAMALANG.COM - Pentolan Linkin Park, Chester Bennington, dikabarkan meninggal dunia secara tragis, di usianya yang ke-41.
Vokalis yang punya suara khas itu diduga gantung diri tepat di di hari ulang tahun sahabatnya, Chris Cornell yang juga bunuh diri bulan Mei lalu, Kamis (20/7/17) waku setempat.
Chester Bennington ditemukan tewas di kediaman pribadinya di Palos Verdes Estates, di Los Angeles, Amerika Serikat.
Kabar duka ini tentunya megejutkan semua pihak khususnya para penggemar dan orang-orang terdekatnya. Apalagi saat ini Linkin Park baru aja rilis album baru dan siap menggelar konser tur nya.
Melihat cara kematiannya, sedikit yang menganggap bahwa aksi bunuh diri itu sebenarnya sudah direncanakan.
Dugaan itu muncul mengingat dalam beberapa bulan terakhir, Chester nunjukin gelagat aneh di laman media sosial pribadinya. Bahkan, dia sempat mengunggah sebuah puisi tentang kehidupan setelah kematian.
“Aku akan terus datang kepada-Mu sampai apiku benar-benar padam,” bunyi salah satu kalimat puisi yang diunggah Chester pada April lalu.
Nggak berhenti sampai di situ. Kalo ditelusuri, lagu-lagu di album Linkin Park semuanya bernada sedih dan mungkin Chester mengisyaratkan sesuatu.
Chester adalah penulis lirik utama di album teranyar Linkin Park, One More Light.
Di album yang dirilis pada tahun 2017 itu, ada lagu berjudul Nobody Can Save Me, Good Goodbye, hingga Sorry For Now.
Sudah bisa diduga, lirik-lirik lagunya pun senada dengan judul lagu itu. Bernuansa 'gelap'.
*Berita ini telah dipublikasikan sebelumnya di hai.grid.id dengan judul Kematian Chester Bennington Diduga Udah Direncanain, Ini ‘Kodenya’
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/chester-bennington_20170721_143211.jpg)