Breaking News:

Malang Raya

Siswa SMK Kendedes Kota Malang Tuntut Transparansi Fasilitas dan BOS, Ini Jawaban Pembina Yayasan

Pembina yayasan juga akan turun untuk meluruskan miskomunikasi yang ada. Nonot memastikan Yayasan Kendedes akan menjaga mutu dan kualitas.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Pembina Yayasan Kendedes, dr Mulyohadi Sungkono SpOG(K). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Demo serentak dilakukan oleh siswa SMK Kesehatan Kendedes, Senin (24/7/2017). Aksi tersebut menuntut beberapa hal, antara lain:

1. Menuntut hak pembelajaran sebagaimana mestinya diperlakukan, tanpa ada tekanan psikis.
2. Menuntut sarana pembelajaran segera diperbaiki, padahal ada dana BOS tapi kenapa tidak diperbaiki.
3. Menuntut sosialisasi dan transparansi terkait dengan dana BOS
4. Menuntut kode etik guru yg ada di pasal 6 ayat 1.

Aksi demo itu ditanggapi oleh pembina Yayasan Kendedes, dr Mulyohadi Sungkono SpOG(K) ketika ditemui SURYAMALANG.COM saat menghadiri acara pelantikan pengurus APTISI Wilayah VII Jatim di UMM.

Pria yang akrab disapa dr Nonot itu mengatakan akan meningkatkan dan memaksimalkan saran pembelajaran dan semua poin sesuai tuntutan siswa SMK Kesehatan Kendedes.

"SMK harus memiliki keunggulan dibandingkan dengan SMA biasa. Sehingga lulusannya menguasai bidangnya masing-masing," ujarnya pada SURYAMALANG.COM.

Selama ini, SMK dianggap hanya sebagai batu loncatan untuk masuk perguruan tinggi. Padahal, menurutnya, bukan seperti itu. 90 persen lulusan SMK harus bisa langsung terjun ke masyarakat, dan itu yang diajarkan di SMK Kendedes.

"Beberapa siswa kurang bisa menerima karena mereka hanya mendapatkan pembelajaran khusus yang seharusnya dimiliki oleh lulusan SMK Kesehatan. Itu adalah salah persepsi dari siswa yang ingin mendapatkan pembelajaran lebih seperti anak SMA," terang Nonot.

Sementara, SMK Kendedes khusus pada kesehatan. Bukan seperti SMA umum. "Targetnya guru akan dibekali pemahaman supaya juga bisa memberi pemahaman pada murid. Murid memang dibekali ilmu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tapi juga lebih condong agar bisa bekerja secara praktis. Itu goalnya," lanjutnya.

Ia mengatakan pembina yayasan juga akan turun untuk meluruskan miskomunikasi yang ada. "Kami juga baru tahu ini, baru ada yang melapor," katanya.

Nonot memastikan Yayasan Kendedes akan menjaga mutu dan kualitas. "Serta menghindarkan adanya provokator yang mempengaruhi siswa. Padahal bukan seperti itu yang terjadi. Mereka harus diberi pemahaman," tutupnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved