Breaking News:

Pilkada Kota Malang

'Markas' Ketua PKB sekaligus Wali Kota Malang, M Anton, Didatangi Partai Demokrat, Ada Apa Ker?

Pertemuan itu diikuti oleh pengurus inti kedua parpol. Pengurus PKB memakai seragam hijau PKB, sedangkan Demokrat memakai jas partai berwarna biru.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Silaturahmi pengurus DPC Partai Demokrat dengan pengurus DPC PKB di Baiduri Resto Sepah, Kota Malang, Selasa (25/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pengurus DPC Partai Demokrat bersilaturahmi dengan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang di Baiduri Resto Sepah, Selasa (25/7/2017). Silaturahmi antar parpol ini peristiwa kedua hanya dalam rentang waktu tiga hari.

Pada Minggu (23/7/2017) sore, pengurus DPC PDIP Kota Malang yang bersilaturahmi dengan DPC PKB. Silaturahmi ini terus membuat situasi perpolitikan di Kota Malang menghangat. Faktor Ketua DPC PKB Kota Malang, M Anton, yang juga Wali Kota Malang rupanya menjadi penarik sehingga sejumlah parpol melakukan silaturahmi.

Meskipun para pejabat di partai sama-sama menyebut kalau silaturahmi ini dalam rangka halal bihalal. Tetapi sudah diketahui khalayak pula kalau saat ini merupakan momen Pilkada, mengingat Kota Malang termasuk kota yang bakal menggelar Pilkada serentak pada Juni 2018 nanti.

Sehingga tidak aneh kalau silaturahmi antar parpol ini merupakan silaurahmi menuju Pilkada 2018. "Tujuan utama kami hari ini adalah silaturahmi, perkara nanti di forum pembicaraan mengarah ke Pilkada ya kami mengalir saja," ujar Ketua DPC Demokrat Kota Malang Arif Dharmawan.

Pertemuan sore itu dimulai pukul 17.15 Wib, tak lama setelah Anton tiba di lokasi. Restoran itu merupakan 'markas' keluarga Anton, sehingga selalu menjadi tempat silaturahmi meskipun antar pengurus parpol.

Dalam sambutannya, Arif mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan bersilaturahmi. Ia mengaku, Demokrat mengajukan permintaan silaturahmi itu dan ternyata diagendakan, Selasa (25/7/2017).

Arif lantas menyinggung tentang pesta demokrasi yang bakal digelar Kota Malang. Tahapan pendaftaran jalur independen bakal dimulai September, sedangkan melalui jalur partai mulai Januari 2018.

"Dan sebagai orang partai, kita wajib menyukseskan pesta demokrasi ini. Kami berharap apa yang kami harapkan tercapai. Untuk itu, selayaknya wong kare rabi itu yang kenala dulu, kenal keluarga besarnya, tahap selanjutnya mungkin ngitung dino (menghitung hari)," ujar Arif.

Pernyataan Arif ini seakan memberi sinyal koalisi antara Demokrat dan PKB. Maklum saja, kedua partai ini tidak bisa mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi. PKB hanya memiliki enam kursi di dewan, sedangkan Demokrat mengantongi lima kursi. Untuk bisa mengusung calon tanpa berkoalisi, parpol harus memiliki minimal sembilan kursi di DPRD Kota Malang.

"Mudah-mudahan cocok," tegasnya.

Sedangkan Anton menyetujui pernyataan Arif. Ia sepakat semua pihak harus saling mengenal supaya semakin sayang. "Karena tak kenal maka tak sayang," ujarnya.

Menurutnya, pertemuan dengan Demokrat bisa berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Sebab untuk mencari kecocokan kedua parpol, pertemuan tidak cukup hanya digelar sekali.

PKB, katanya, membuka lebar komunikasi dengan semua parpol. Jika nantinya ada kecocokan, tidak menutup kemungkinan akan dibangun koalisi permanen.

"Silaturahmi sudah dengan Golkar, kemudian Hanura, kemarin PDIP, sekarang Demokrat. Ya nanti kalau ada yang cocok akan dibangun koalisi permanen. Tetapi kalau tidak ada yang cocok, kemudian PKB ditinggal sendiri ya terpaksa pakai cara lain, melewati cara dengan dukungan rakyat (independen)," tegas Anton.

Pertemuan itu diikuti oleh pengurus inti kedua parpol. Pengurus PKB memakai seragam hijau PKB, sedangkan Demokrat memakai jas partai berwarna biru.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved