Malang Raya

Bea Cukai Malang Bakar Jutaan Batang Rokok Ilegal, Alat Pemuas Nafsu, dan Obat Ilegal

Penyumbang terbanyak penerimaan negara dari cukai hasil tembakau ini adalah Kantor Bea Cukai Malang dan Kediri.

Bea Cukai Malang Bakar Jutaan Batang Rokok Ilegal, Alat Pemuas Nafsu, dan Obat Ilegal
SURYAMALANG.COM/Hayu YUdha Prabowo
Pemusnahan barang bukti berupa rokok, minuman mengadung etil alkohol, sex toys dan obat kuat impor di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Cukai Malang, Rabu (2/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penerimaan negara di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur II di semester I Tahun 2017 mencapai 31 persen dari target Rp 39 triliun. Meskipun masih kurang dari 50 persen, Kepala DJBC Jatim II Nirwala Haryanto optimistis penerimaan negara akan terealisasi 100 persen sampai akhir tahun 2017.

"Bahkan pengalaman tahun 2016 lebih dari 100 persen realisasinya. Penerimaan cukai di Jatim II didominasi dari cukai hasil tembakau, 98 persen dari cukai hasil tembakau. Trend-nya memang akan terpenuhi di semester kedua," ujar Nirwala usai pemusnahan barang milik negara hasil penindakan semester I KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, Rabu (2/8/2017).

Penyumbang terbanyak penerimaan negara dari cukai hasil tembakau ini adalah Kantor Bea Cukai Malang dan Kediri.

Sementara itu, capaian di KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) Tipe Madya Cukai Malang di semester I mencapai 31,97 persen dari target Rp 19,1 triliun, atau sebesar Rp 6,1 triliun.

Kepala Bea Cukai Malang Rudy Heri K juga mengamini pernyataan Nirwala tentang realisasi penerimaan negara yang bakal terpenuhi di semester II.

"Kalau di cukai trendnya memang begitu, akan terpenuhi di semester kedua," ujar Rudy.

Dari capaian penerimaan negara itu, paling banyak didapatkan dari cukai hasil tembakau sebesar Rp 6 triliun. Sedangkan penerimaan negara yang lain disumbang oleh cukai etil alkohol, cukai minuman mengandung etil alkohol, juga bea masuk.

Untuk mendongkrak penerimaan negara ini, Kantor Bea Cukai Malang dan DJBC Jatim II terus meningkatkan pengawasan di semau lini, termasuk terhadap peredaran rokok ilegal. Sebab keberadaan rokol ilegal merugikan keuangan negara, juga pengusaha rokok yang memproduksi rokok secara legal.

Penindakan terhadap barang kena cukai ilegal ini terus dilakukan oleh petugas Bea Cukai Malang. Selama semester I Tahun 2017, terdapat 192 penindakan. Barang bukti hasil penindakan itu antara lain lebih dari 2 juta batang rokok ilegal, ratusan botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA), sex toys (alat pemuas nafsu), obat-obatan dan suplemen kesehatan. Nilai barang hasil penindakan itu mencapai Rp 378 juta.

"Sedangkan potensi kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih. Semua barang hasil penindakan itu kami musnahkan hari ini," tegas Rudy.

Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran bea dan cukai, Kantor Bea dan Cukai juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim 3 untuk melakukan pengawasan dan penilaian pajak di perusahaan rokok.

"Self assesment untuk perusahaan rokok ini sudah dilakukan sejak lama, dan terus kami tingkatkan kerjasama dengan Kantor Bea Cukai. Kami lakukan pengawasan juga terhadap produksi, berapa penjualan dan pembelian sehingga diketahui nilai pajaknya. Kami terus juga dekati perusahaan yang awalnya tidak mau bayar, akhirnya membayar pajak," ujar Kepala Kanwil DJP Jatim 3 Rudi Gunawan Bastari yang mengikuti kegiatan pemusnahan barang milik negara di Kantor Bea Cukai Malang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved