Malang Raya

Korban Investasi Abal-Abal di Kota Malang Masih dalam Tahap Konsultasi, Bukan Laporan

polisi membutuhkan barang bukti berupa tranksip transfer ke rekening Mirna. Diketahui Mirna memiliki tiga nomor rekening

SURYAMALANG.COM/Hayu YUdha Prabowo
Korban penipuan berkedok investasi online saat melapor di Satreskrim Polres Malang Kota, Rabu (2/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo menjelaskan terkait dugaan investsi bodong, saat ini kedatangan para korban masih belum bisa dibilang laporan, namun dalam skala konsultasi.

BERITA TERKAIT : Ayahab Ker, Investasi Online Abal-Abal Genyatangan di Kota Malang, Ratusan Juta Amblas

Pasalnya, bukti-bukti yang dibawa untuk melapor masih belum lengkap. Walau begitu, pihak kepolisian tetap serius menindak lanjuti adanya informasi penipuan investasi.

“Artinya kami tetap menerima masukan informasi dan akan kami proses,” kata Heru, Selasa (2/8/2018).

Heru melanjutkan, saat ini pihak kepolisian dan para nasabah yang tertipu sedang berkonsultasi untuk bisa menerbitkan laporan.

Sejauh ini polisi membutuhkan barang bukti berupa tranksip transfer ke rekening Mirna. Diketahui Mirna memiliki tiga nomor rekening dari bank BRI, BNI dan BCA.

“Setelah konseling kami buatkan laporan polisi. Kita tunggu dulu hasil analisisnya,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Gresik itu.

Terkait kaburnya Mirna, polisi juga akan berkoordinasi dengan sejumlah polres untuk menemukan keberadaan Mirna. Terakhir Mirna tinggal di Perumahan Araya Golf 1 Nomor 25. Namun sudah dua pekan ini ia pergi dari rumah yang ia kontrak itu.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved