Breaking News:

Surabaya

Bejat! Pria Ini Lakukan Begituan dengan 9 Anak Panti Asuhan, Pengakuannya Bikin Geram

Perbuatan cabul yang dilakukan tersangka AL terbongkar setelah dua korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Penulis: fatkhulalami | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Fathul Alami
AL (pakai baju tahanan) setelah ditangkap anggota Polretabes Surabaya karena kasus pelecehan seksual terhadap empat anak panti asuhan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pelecehan seksual yang dilakukan AL (34) berujung ke sel tahanan Polrestabes Surabaya. Pria yang menjadi pengurus panti asuhan di Jalan Ngagel Jaya Tengah, Surabaya ini melakukan pelecehan seksual terhadap sembilan anak asuh panti asuhan tersebut.

Perbuatan cabul yang dilakukan tersangka AL terbongkar setelah dua korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Kedua korban itu berinisial SS (17) dan FN (16). Dua korban yang masih pelajar SMK dan SMP ini disetubuhi oleh korban.

“Kami menangkap tersangka di panti asuhan. Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya. Tetapi akhirnya dia mengakui perbuatannya,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (4/8/2017).

Ternyata tersangka melakukan pelecehan seksual bukan hanya kepada dua korban itu. Ada tujuh korban yang berusia mulai 9 tahun sampai 17 tahun.

Tersangka AL melakukan pelecehan seksual kepada lima anak panti asuhan di Surabaya. Sedangkan pelecehan seksual pada empat korban lain dilakukan di panti asuhan cabang di Kota Batu.

Selain SS dan FN, tiga korban lain di Surabaya berinisial CL (9), SR (14) dan KT (14). Tiga korban ini dicabuli tersangka.

Sesangkan empat korban yang dicabuli di panti asuan di Kota Batu berinisial AG (16), MR (11), YN (21) dan CLR (17).

Sebelum mencabuli atau menyetubuhi korban, tersangka mempengaruhi psikologis dengan memberi perhatian kepada korban. Setelah para korban dekat dan komuniaksi lancar, tersangka melakukan pelecehan seksual.

Tersangka sudah beraksi sejak 2015. Tersangka melakukannya di berbagai tempat, seperti di hotel, depot milik panti asuhan di Jalan Raya Naggel Jaya, dan kos tersangka di Jalan Pucang Jajar Utara, Surabaya.

“Tersangka menjadi pengurus panti asuhan selama 13 tahun. Makanya tersangka cukup dekat dengan anak asuh. Ternyata malah dipakai untuk melakukan pelecehan seksual,”  terang Leonard.

Sementara itu, AL mengatakan awalnya merasa kasihan terhadap para anak panti asuhan dan mencoba untuk memberikan perhatian lebih. Setelah dekat, dia berusaha menjalin kasih sayang .

“Saya khilaf. Saya tidak bisa mengendalikan nafsu saat bertemu mereka,” kata AL.

Pria bujangan ini memang berada di panti asuhan di Surabaya setiap hari. Namun, dia sering berkunjung ke panti asuhan di Kota Batu.

“Ada 65 anak di panti asuhan di Surabaya. Saya ke panti asuhan di Kota Batu setiap pekan,” tutur tersangka AL.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved