Rabu, 29 April 2026

Malang Raya

Dari Pondok Pesantren Blusukan ke Gereja, Guru SMP An Nashr Kab Malang : 'Kami Terbuka'

Siswa SMP ini selain sekolah juga tinggal di pondok pesantren. Kegiatan ini juga untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun ini.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Siswa SMP An Nashr mengunjungi Gereja Katedral Ijen Kota Malang dalam Field Trip Anak Indonesia Cinta Kebhinekaan Indonesia, Senin (7/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Linda Astri Dwi Wulandari, guru SMP An Nashr Wajak, Kabupaten Malang menyatakan ide field trip ke enam tempat ibadah untuk mengenalkan siswa pada keberagaman agama dan budaya di Indonesia.

Siswa SMP ini selain sekolah juga tinggal di pondok pesantren. Kegiatan ini juga untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun ini.

"Biasanya kan siswa hanya mempelajari secara kontekstual saja. Namun sekarang bisa melihat secara langsung beragama itu," kata Linda, guru Bahasa Indonesia kepada SURYAMALANG.COM saat bertemu di gereja katerdal Jl Ijen Kota Malang, Senin (7/8/2017).

Awalnya ia juga sempat khawatir apakah boleh mengunjungi tempat-tempat ibadah itu. Namun ternyata semua diterima baik oleh pengelola ibadah.

"Anak-anak juga minta mengunjungi masjid. Saya jawab ya pasti dikunjungi juga karena kita juga salat di masjid," tutur Linda.

Menurut dia, kegiatan seperti itu masuk di kurikulum SMPnya untuk pengembangan karakter.

"Penting juga kunjungan seperti ini bagi generasi sekarang, terutama bagi siswa yang tinggal di pondok pesantren. Harapan saya, anak-anak tahu, semua agama mengajarkan kebaikan," papar wanita berhijab ini.

Hal ini juga sekaligus menolak anggapan miring bahwa masuk tempat ibadah agama lain tidak boleh. "Pondok pesantren kami tidak fanatik. Di tempat kami tidak seperti itu," kata Linda. Meski sebelum berangkat, ada juga yang tak mau ikut karena mau memiliki pandangan yang beda.

Namun kemudian diberi pemahaman. Sehingga angkatan pertama SMP ini mengikuti field trip.

Markus Supriyanto, Sekretaris Paroki gereja katerdal Jl Ijen Kota Malang menyatakan baru ini ada kunjungan siswa sekolah dari ponpes.

"Kami terbuka saja karena ini hanya untuk pendidikan. Bahkan anak-anak bisa melihat langsung bagian dalam gereja," jelas Markus.

Sebelumnya, lanjut dia, pernah ada kunjungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang terkait rencana kunjungan wisatawan ke melihat gereja.

Gereja ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Jl Ijen yang berdiri pada 1934. Sering bagian depan gereja dijadikan lokasi swafoto oleh masyarakat karena terlihat keren meski usia bangunan sudah sangat tua.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved