Gresik

Terungkap! Usai Bunuh Istri Kades di Gresik, Oknum TNI di Surabaya Beli Mobil, Sisanya Dipakai ini

Koptu TS, oknum marinir Karangpilang yang menjadi tersangka pembunuhan Luluk Diana (38), istri Kepala Desa di Gresik ternyata beli mobil

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Adrianus Adhi
kolase SURYAMALANG.com

SURYAMALANG.com, SURABAYA - Pemeriksan terhadap Koptu TS, oknum marinir Karangpilang yang menjadi tersangka pembunuhan Luluk Diana (38), istri Kepala Desa di Gresik masih berlangsung hingga Senin (14/8/2017) malam.

Pemeriksaan itu membuka sedikit misteri penyebab kematian Luluk Diana. Termasuk, motifi di balik penembakan Luluk Diana.

"Kami masih perdalam dengan mendatangkan saksi. Termasuk saksi keluarga, istri tersangka," kata Dan Pomal, Letkol Khoirul Fuad, Senin (14/8/2017).

Menurut dia, sudah 12 saksi yang diperiksa di Pomal. 

Dia mengatakan Koptu TS saat ini ditahan di lingkungan Pomal Perak Surabaya. Pemeriksaan juga berlangsung di sana.

"Kami akan terus kebut dan tuntaskan penyidikan untuk kami serahkan ke oditur. Sejauh ini menguat bahwa tersangka ingin memiliki harta korban," kata Fuad. 

Saat ini, tim Pomal terus berkoordinasi dengan Polda Jatim. Proyektil yang bersarang di kepala istri kades itu akan dikirim ke Labfor Mabes Polri.

Begitu juga memastikan sidik jari tersangka apakah identik dengan yang ada di gagang Senpi.

Sementara itu, tim penyidik Pomal siang tadi juga menunjukkan barang bukti. Sebuah mobil Yaris putih L 1193 AQ milik korban saat ini dimankan Pomal. 

Begitu juga mobil Jazz abu-abu W 1797 YC yang baru saja dibeli Tersangka juga diamankan.

Mobil ini dibeli dengan uang hasil membunuh istri kades. 

Kasubdis Pemerikaaan Pomal Lantamal V Surabaya, Kapten Edi Utomo, menambahkan bahwa kasus pembubuhan itu relatif tidak ada motif lain selain ingin menguasai uang.

Kendati demikian, penyidik masih perlu mendalami lebih jauh.

"Tersangka harus mempertanggungjawabkan di depan hukum dengan sangkaan pasal 338 (pembubuhan), 340 (pembunuhan berencana) dan 365 (pencurian dengan kekerasan).

Ini ancamannya 20 tahun (penjara, red)," kata Eko.

Informasi terbaru, motif pembunuhan Ibu Kades Cantik itu karena ingin memiliki uang tunai Rp 150 juta.

Sepanjang perjalanan, tersangka TS selalu melirik buntalan uang tunai yang baru diambil dari BCA di Mojokerto.

Tersangka ingin mendirikan usaha Pom Bensin mini setelah mendapatkan uang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved