Breaking News:

Malang Raya

Ratusan Kelinci Bakal Serbu Balai Kota Among Tani Kota Batu, Ada Apa Ya?

Masih banyak peternak kelinci di Kota Batu, terutama kelinci pedaging, yang masih belum memahami bagaimana memanfaatkan limbah peternakan

SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Kandang kelinci terpadu di Balai Kota Among Tani Kota Batu yang masih dibangun. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Masih banyak peternak kelinci di Kota Batu, terutama kelinci pedaging, yang masih belum memahami bagaimana memanfaatkan limbah peternakan.

Padahal jika paham bagaimana mengolahnya, maka akan banyak menghasilkan banyak manfaat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Batu akan menerapkan close house sistem.

Kasi Bina Produksi dan Pemasaran Peternakan, Dinas Pertanian Kota Batu, Alfas Fatrus Akbar mengatakan sistem itu akan diaplikasikan pada Kandang Terpadu Tanpa Limbah Berbasis Dinamika Nutrien.

Kandang itu nanti akan diisi oleh 100 kelinci pedaging yang bekerja sama dengan peternak kelinci di Bumiaji.

"Nanti ada dua, satunya di Balai Kota Among Tani, dan satunya di Desa Bumiaji. Close House Sistem ini fungsinya di dalam kandang ialah untuk mengoptimasikan pengembangbiakan kelinci," kata Alfas, Kamis (17/8/2017).

Di dalam kandang yang luasnya 5x15 meter akan dipadukan dengan bioreaktor seluas 3x12 meter. Secara otomatis, kandang itu akan bekerja secara optimal.

Karena ada sensor amoniak, suhu, kelembapan yang ketika bercampur limbah akan menghasilkan manfaat, yakni biogas dan sluri. Alfas mengatakan, Sluri ini bjsa dimanfaatkan sebagai pupuk cair ataupun padat.

"Biogas kan bisa buat masak, mesin pemanas. Kalau sluri bisa buat pupuk tanaman. Karena bisa buat pupuk tanaman, di atas kandang itu dibuat lahan pertanian. Jadinya siklusnya berputar," paparnya.

Yang jelas, lanjut Alfas, tanaman yang dikembangkan ialah organik tanpa menggunakan pestisida. Program ini juga untuk memperbaiki kesuburan tanah pertanian di Kota Batu. Saking banyaknya petani yang menggunakan pestisida, kesuburan tanah juga semakin berkurang.

Tak hanya itu, juga memberikan edukasi kepada peternak agat bisa memanfaatkan limbah kotoran ternak. Program ini juga sebagai lahan edukasi untuk masyarakat di Kota Batu. Total anggaran yang digunakan untuk program ini sekitar Rp 500 juta dari APBD 2017.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, kandang yang sedang dalam pembangunan ialah di Balai Kota Among Tani. Di Desa Bumiaji masih belum dibangun.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved