Breaking News:

Pejabat Kota Batu Terlibat Pungli

Warga Mojorejo Kota Batu Protes Munculnya Dua Bangunan di Tanah Aset Desa, Seperti Ini Dampaknya

Warga menilai, pembangunan di tanah aset desa seharusnya berdasarkan Perdes terkait sewa menyewa aset Desa.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Penyegelan Rumah Makan dan Kantor Desa Mojorejo oleh Satpol PP Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Protes warga terkait pembangunan dua proyek bangunan di Desa Mojorejo kota Batu berujung pada penyegelan yang dilakukan Satpol PP, Kamis (24/8/2017).

Warga protes berdirinya dua bangunan sejak 14 Agustus 2017. 

Salah satu bentuk protes warga bisa dilihat pada spanduk bertuliskan 'Masyarakat Menolak Pembangunan Karena Tidak Ada Kesepakatan dan Musyawarah Bersama'.

Bangunan yang diprotes itu adalah Bangunan sebuah rumah makan dan kantor Desa Mojorejo.

Warga memprotes pembangunan tersebut karena belum adanya Peraturan Desa tentang sewa menyewa aset Desa.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Desa Mojorejo, Nur Ihwan.

Warga menilai, pembangunan seharusnya berdasarkan Perdes terkait sewa menyewa aset Desa.

"Tanah itu milik desa mbak, memang dibagi dua. Untuk warung, dan untuk kantor desa yang total luasnya 4200 meter. Tetapi di desa ini masih belum ada Perdes terkait hal tersebut kok sudah disewakan," kata Ihwan kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (24/8/2017).

Ihwan menyebut, terjadinya sewa menyewa ini, tidak dimusyawarahkan dengan warga, hanya sekedar Kepala Desa dan penyewa bangunan saja.

"Warga ini tidak diberitahu. Seharusnya harus jelas, karena itu aset Desa, kan nanti ketika terjadi sewa menyewa, akan ada pendapatan yang masuk ke kas desa," imbuh dia.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved