Malang Raya

Institut Biosains Universitas Brawijaya Gelar Konferensi Internasional

Prof Fatchiyah mengatakan konferensi tersebut untuk berbagi pengalaman, ide, dan riset dari berbagai daerah dan negara peserta konferensi.

Institut Biosains Universitas Brawijaya Gelar Konferensi Internasional
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Direktur utama Biosains UB, Prof Fatchiyah MKes PhD (kiri) dan Rektor UB, Prof Mohammad Bisri MS (kanan) di konferensi internasional, Selasa (5/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Badan Usaha Akademik (BUA) Institut Biosains Universitas Brawijaya (UB) menggelar konferensi internasional bidang molecular bioscience dan biomedical engineering, Selasa (5/9/2017).

Direktur utama Biosains UB, Prof Fatchiyah MKes PhD mengatakan konferensi tersebut untuk berbagi pengalaman, ide, dan riset dari berbagai daerah dan negara peserta konferensi.

“Perguruan tinggi, pusat riset, dan pengusaha berkontribusi positif untuk masa depan dengan penelitian mereka menemukan produk baru dalam bidang biosains,” Fatchiyah kepada SURYAMALANG.COM.

( Baca: Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang Ini Selalu Tersenyum saat Ketemu Klien Judes )

( Baca: PERSADA Universitas Brawijaya Hadirkan Praktisi Hukum Paparkan Disparitas Pemidanaan Tipikor )

Biosains juga mengadakan workshop untuk meningkatkan kualitas riset Indonesia dan meningkatkan kolaborasi riset peneliti Indonesia dan luar negeri.

“Hasil dari konferensi akan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Scopus milik ITB dan satu perguruan tinggi Malaysia,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor UB, Prof Mohammad Bisri MS mengatakan UB sangat mendukung pertukaran info dan riset biosains di Indonesia.

( Baca: Etrovice Bikinan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Masuk sebagai Inovasi Terbaik Indonesia )

( Baca: Anggota Kontingen PINMAS dari Universitas Brawijaya Wajib Catat! Ini Janji Dekan FTP Soal Skripsi )

Apalagi, bisa membantu meningkatkan jumlah publikasi Scopus UB yang tahun ini sudah mencapai 1.771 jurnal tersebut.

“Biosains terus bergerak membuat medical diagnostic kit. Di antaranya kit diagnosa dini diabestes melitus yang sedang proses produksi massal,” ujarnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved