Arema Malang

Akui Tak Mau di Arema FC Selamanya, Ke Mana Impian Joko Susilo Sebenarnya? Simak Penuturannya

Pelatih Arema FC, Joko Susilo buka-bukaan terkait impiannya setelah mendapat lisensi A AFC. Joko Susilo tak ingin berada di Arema FC selamanya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Alfi Syahri Ramadan
Pelatih Arema FC, Joko Susilo. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Terungkap, ternyata Joko Susilo tidak ingin berada di Arema FC selamanya.

Pria yang masih menjadi pelatih Arema FC itu mengakui memiliki keinginan bisa melatih Timnas  Indonesia suatu saat nanti.

Apalagi lisensi kepelatihanannya sekarang sudah A AFC.

Itu sudah memenuhi syarat bisa menjadi arsitek Timnas.

( Baca: Bersinar di SEA Games Bersama Timnas Indonesia, Yabes Roni Diganjar Hadiah Ini, Hmm Enaknya )

( Baca: Awal yang Mulus, Timnas Indonesia U-19 Sukses Pecundangi Tuan Rumah Myanmar, Selamat Guys! )

“Melatih Timnas walaupun dikelompok umur merupakan impian saya. Selain itu, setiap pelatih pasti punya impian membawa Timnasnya berprestasi,” ucap Joko Susilo kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (6/9/2017).

Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu menilai impian menjadi pelatih Timnas itu bermula dari rasa kecewanya.

Dia ingin tahu penyebab Indonesia selalu gagal berprestasi di kancah Asia Tenggara.

“Saya tertantang bisa mencari penyebab Indonesia selalu gagal berprestasi,” tambahnya.

( Baca: Arema FC Incar Tiga Pemain Timnas U-19 untuk Proyek Masa Depan, Siapa Tiga Pemain Itu? )

Bersinar di SEA Games Bersama Timnas Indonesia, Yabes Roni Diganjar Hadiah Ini, Hmm Enaknya

SURYAMALANG.COM - Pemerintah Provinsi NTT dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memberikan bonus berupa rumah kepada pesepak bola Timnas Indonesia Yabes Roni Malaifani karena telah turut memberikan medali perunggu pada SEA Games 2017 di Malaysia.

“Ini merupakan sebuah penghargaan dari pemerintah provinsi serta dari KONI NTT karena Yabes telah membawa pulang perunggu usai bertanding melawan Myanmar di SEA Games Malaysia,” kata Ketua KONI NTT Andre Koreh di Kupang, Rabu.

Apresiasi dari pemerintah NTT itu berupa sebuah rumah tinggal dengan tipe 36 serta dengan sejumlah uang tunai sebesar Rp 20 juta.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved