Breaking News:

Malang Raya

UMKM Kurang Dioptimalkan, Pengentasan Kemiskinan di Kota Malang Masih Parsial,

Bantuan yang diberikan secara langsung tanpa diikuti dengan pemberdayaan maka warga masih akan terus terkungkung dengan kemiskinan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Rakor pembahasan kemiskinan kota Malang, Kamis (7/9/2017) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemberdayaan dan pendampingan ekonomi sektor riil masih berjalan parsial di Kota Malang.

Padahal pemberdayaan ini merupakan salah satu cara pengentasan kemiskinan di Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Sutiaji menegaskan pemberdayaan sektor riil harusnya memang berjalan secara utuh, berkesinambungan, dan berkelanjutan antara organisasi perangkat daerah (OPD/dulu SKPD).

"Ini problem dasar kita, fenomena nasional termasuk di sini. Ini yang harus kita selesaikan. Output pelatihan dari OPA A harusnya menjadi input untuk OPD B. Jadi apa yang dikerjakan itu dilakukan secara sustainable dan kontinyu," tegas Sutiaji usai Rakor TKPKD di Balai Kota Malang, Kamis (7/9/2017).

Ia mengakui pemberdayaan ekonomi pelaku usaha, baik besar, menengah, kecil, dan mikro bisa menjadi pemutus angka kemiskinan di Kota Malang.

"Terutama UMKM. Di sinilah pentingnya pemilahan, mana yang bisa menjadi produsen saja, atau penjual. Tugas pemerintah adalah di pendanaan dan manajemen," tegasnya lagi.

Sebab, lanjutnya, bantuan yang diberikan secara langsung tanpa diikuti dengan pemberdayaan maka warga masih akan terus terkungkung dengan kemiskinan.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, angka penurunan di Kota Malang mencapai 4,33 persen, atau meliputi sebanyak 37,03 ribu penduduk yang memiliki pengeluaran per kapita per bulan di bawah Rp 426.527.

"Itu angka tahun 2016, dan ini lebih turun dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 3,60 persen (atau sekitar 39 ribu orang)," ujar Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kota Malang Henry Soeryaning Handoko.

Data kemiskinan itu berdasarkan sensus sosial ekonomi yang dilakukan di Kota Malang. Hasil sensu itu kemudian diserahkan ke TKPKD pusat dan daerah.

"Kalau di Kota Malang lima tahun terakhir, angka kemiskinan terus turun. Pemerintah yang memiliki program pengentasan kemiskinan, kami hanya menyediakan data,' tegasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved