Malang Raya

Nonton Bareng Film G 30 S PKI di Malang Mulai 20 September 2017

Dalam penyelenggaraan di Rampal nanti, pihak TNI juga akan menghadirkan para tokoh masyarakat untuk nonton bareng.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Bangun Nawoko. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rencana kegiatan menonton bareng film lama G 30 S PKI dipastikan akan berlangsung di beberapa titik di Malang.

Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Inf Bangun Nawoko mengatakan banyak permintaan dari tokoh masyarakat untuk mengagendakan nonton bareng film pemberontakan PKI.

Tokoh masyarakat itu berasal dari kiayi dan para pengurus perangkat desa atau kelurahan.

"Kebetulan sudah banyak permintaan masyarakat. Tokoh masyarakat dan para kiayi," ujarnya, Rabu (20/9/2017).

Bangun memaparkan lebih jauh, rencana pemutaran film pemberontakan PKI akan dimulai tanggal 20 September 2017 di Koramil dan Kodim.

Sedangkan pihak Korem akan melaksanakan tanggal 30 September 2017 di Lapangan Rampal.

"Mudah-mudahan terlaksana dengan baik. Saya juga mengajak masyarakat nonton dalam suasana keleluargaan. Ada hal nyaman untuk melihat sejarah bangsa," ungkapnya.

Dalam penyelenggaraan di Rampal nanti, pihak TNI juga akan menghadirkan para tokoh masyarakat untuk nonton bareng.

Konsep nonton bareng itu terbuka bagi siapapun dan modelnya lesehan.

"Sederhana saja. Akan kami isi dengan lesehan sehingga bisa menjamu masyarakat dengan hal sederhana seperti gorengan," tegasnya.

Bangun juga berharap nonton bareng tidak hanya dilakukan oleh intitusi TNI. Namun juga oleh masyarakat lainnya.

Dengan begitu, cerita soal sejarah Indonesia bisa tersampaikan kepada generasi muda.

"Meskipun sejarah itu kelam. Pak RT atau Pak Kepala Desa juga baiknya memberi sambutan," katanya.

Mengantisipasi adanya pihak yang tidak setuju, Bangun menjelaskan secara singkat kalau pengamanan sudah disusun dan sejauh ini kondisi cukup kondusif.

Seperti diketahui, film G 30S PKI dipandang pro dan kontra dari sisi sejarah dan tujuan pembuatan filmnya.

Film yang dirilis tahun 1984 dan saat itu diwajibkan ditonton kalangan pelajar saat itu.

"Sekarang sudah disusun. Sejauh ini bisa berjalan dengan baik. Ini kan negara demokrasi. Mari kita sukseskan. Inilah saatnya melihat sejarah bangsa kita," tutupnya.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved