Malang Raya

Angka Kebutaan Meningkat, Kota Batu Ingin Dirikan Rumah Sakit Mata

"Di sini hanya ada spesialis mata, satu saja. Maka dari itu saat kepemimpinannya Bu Dewanti dan saya nanti ada RS Mata," imbuh Punjul.

Angka Kebutaan Meningkat, Kota Batu Ingin Dirikan Rumah Sakit Mata
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat melihat pameran alat kesehatan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) ke 42 di Hotel Singhasari Resort, Kota Batu, Jumat (29/9). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Angka kebutaan di Jawa Timur tercatat meningkat sebanyak 4,4 persen hingga tahun 2017.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, saat menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) ke-42 di Hotel Singhasari Resort, Kota Batu, Jumat (29/9/2017).

Oleh karena itu, Kota Batu ingin mempunyai rumah sakit khusus mata.

Plt Wali Kota Batu, Punjul Santoso, mengatakan, di Kota Batu masih belum memiliki RS khusus mata.

"Ke depan kami ingin di Batu ini ada rumah sakit khusus mata seperti di Kota Malang. Warga di Kota Batu ini kan gengsi-gengsi, kalau mau periksa mata harus ke Malang," kata Punjul, Jumat (29/9/2017).

Terlebih, Kota Batu sebagai kota wisata, sehingga wisatawan bisa sekalian berwisata dan juga cek kesehatan mata. Pihaknya berharap ada kontribusi dari dokter mata untuk Kota Batu.

"Di sini hanya ada spesialis mata, satu saja. Maka dari itu saat kepemimpinannya Bu Dewanti dan saya nanti ada RS Mata," imbuh Punjul.

Sementara itu, Nila Moeloek menyebutkan, terkait kebutaan itu paling banyak disebabkan karena faktor usia dan juga karena matahari.

Ia menjelaskan, di Jatim lebih banyak 4,4 persen penduduknya yang terkena kebutaan karena mata pencaharian penduduknya paling banyak nelayan.

"Mengapa nelayan, karena nelayan paling banyak beraktivitas di luar lapangan yang notabene terlalu sering terkena paparan sinar matahari," kata Nila.

Di Jatim sendiri, dibanding daerah lainnya juga tertinggi. Menyusul kedua berada di NTB yakni 4,0 persen penduduknya mengalami kebutaan. Ketiga ada di Sumatera Selatan yakni 3,6 persen penduduknya mengalami kebutaan.

Nila sangat mendukung di daerah yang penduduknya paling banyak dan rentan terkena kebutaan mendirikan rumah sakit mata.

"Terutama di daerah yang terlalu banyak aktivitas pekerja outdoor, seperti nelayan. Usahakan, apabila kerja memakai topi. Seminimal mungkin menjaga diri sendiri," pungkas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved