Malang Raya
Garin Nugroho dan Ratna Riantiarno Berbagi Ilmu di Malang, Ada Penekanan Sisi Non Teknis Ini
Ratna Riantiarno, produser Teater Koma yang turut berbagi ilmu di acara yang sama juga menyampaikan soal perlunya kedisiplinan di seni pertunjukkan.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Garin Nugroho, sutradara film dan pertunjukkan senior berbagi pengalaman menjadi sutradara di luar negeri dalam bincang seni pertunjukkan Indonesia di Universitas Negeri Malang ( UM), Jumat (29/9/2017).
Berbicara tentang proses pembuatan film, Garin membuat sindiran halus pada pola kerja di Indonesia.
Garin mengatakan dalam proses pembuatan film di luar negeri semua sudah ada yang mengerjakan bagiannya sendiri-sendiri.
Bahkan sutradara tinggal menunggu share foto misalkan saat latihan oleh stage manager.
"Kalau di sini ( Indonesia) kan ada dramatiknya. Misalkan mencari pemain yang belum datang. Lho, ini kemana kok belum datang?," kisah Garin dalam perbincangan itu.
Ratna Riantiarno, produser Teater Koma yang turut berbagi ilmu di acara yang sama juga menyampaikan soal perlunya kedisiplinan di seni pertunjukkan.
"Kalau bilang latihan jam 2 misalnya, maka harus datang tepat jam 2 atau paling lambat 30 menit," ungkap Ratna.
Jika tidak dikuatkan kedisplinan itu, maka yang lain bisa cenderung terlambat.
"Energi menunggu itu membuat makin hilang semangatnya. Karena ritme yang datang juga tidak sama," tutur bintang iklan ini.
Karena itu, ia mengingatkan, pimpinan juga harus mau menunjukkan kedisiplinan dan tidak hanya meminta disiplin.
Hal-hal kecil harus ditunjukkan sebagai contoh.
Acara berlangsung dua rah dengan membuka sesi dialog dengan para peserta .
Beberapa peserta bertanya ke mereka beraneka hal, misalkan tentang pengaruh uang pada konten sebuah karya.
Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation menyatakan kegiatannya untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda untuk mengetahui proses awal sebuah pertunjukkan.