Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Momen G30S/PKI, Pentas Drama Mengenal Ade Irma Suryani di SDN Dinoyo 1 Malang

Siswa kelas 4 dan 5 dilibatkan sebagai pemain. Sedang pemeran Ade Irma Suryani adalah siswa kelas 1a bernama Selma Yanis Dega Safira.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Adegan dalam drama Gerakan 30 September (G30S PKI) yang bercerita mengenai sosok anak AH Nasution, Ade Irma Suryani di SDN Dinoyo 1, Kota Malang, Jumat (29/9/2017). Drama yang diperankan siswa sekolah setempat ini bertujuan menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme sejak dini pada anak-anak. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Drama pendek mengenai terbunuhnya Ade Irma Suryani, anak bungsu AH Nasution oleh pasukan Cakra Birawa ditampilkan dengan bagus oleh para siswa SDN Dinoyo 1 Kota Malang, Jumat (29/9/2017).

Kegiatan drama mengenang kejadian G30SPKI ini dilaksanakan di halaman sekolah setempat. 

"Di drama ini, kami lebih ingin mengenalkan sosol Ade Irma Suryani. Kan masih anak-anak cocok untuk siswa SD. Dan kami tidak mengupas banyak soal PKI-nya," jelas Joko Rahardjo, Koordinator Kegiatan kepada suryamalang.com di sela pentas.

Idenya berawal dari pertanyaan siswa yang menanyakan soal lokasi SDN ini yang berada di JL MT Haryono.

Sehingga tercetus ide membuat drama singkat sehingga bisa mengenalkan siswa pada jendral-jendral yang terbunuh serta mengenalkan Ade Irma Suryani yang juga menjadi nama jalan di Kota Malang.

Model seperti ini cocok buat penguatan pendidikan karakter siswa.

Latihan pun dibuat selama tiga hari usai pulang sekolah.

Siswa kelas 4 dan 5 dilibatkan sebagai pemain. Sedang pemeran Ade Irma Suryani adalah siswa kelas 1a bernama Selma Yanis Dega Safira.

Meski baru pertama main drama, ia sangat menjiwai. Seperti saat ditembak pasukan Cakra Birawa yang sedang mencari ayahnya AH Nasution.

Halaman sekolah dibuat sebagai panggung pertunjukkan.

Sebagai narator ada dua dalang siswa. Mereka yang bertugas mengantarkan adegan ke adegan lain.

Dimulai dengan masuknya pasukan Cakra Birawa dan tertembaknya Ade Irma Suryani dan ajudan Piere Tendean.

Kemudian AH Nasution melarikan diri dan meloncat ke kedubes Irak dan dikejar.

"Saya latihan sehari dan tidak sulit," kata Syefira.

Syefira, siswa kelas 5 didapuk jadi Yanti Nasution, kakak Ade Irma Suryani.

Sedang Rafi Dwi Radika Rosi, siswa kelas 5 menjadi Piere Tendean.

"Karena ikut drama ini, saya jadi tahu Piere Tendean. Saya bangga bisa memerankan tokoh nasional," kata dia.

Para jenderal yang ditembak juga ditampilkan sehingga para siswa bisa mengetahui nama-namanya. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved