Malang Raya

Rieke Diah Pitaloka Pimpin Deklarasi Toleransi Dunia Warnai Peringatan Hari Batik di Kota Malang

Hari Batik Nasional diperingati bersamaan dengan Hari Tanpa Kekerasan Internasional 2 Oktober yang mengacu pada lahirnya tokoh dunia Mahatma Gandhi.

SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Rieke Diah Pitaloka 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober di Kota Malang yang dipusatkan di Balai Kota Malang juga diwarnai pembacaan deklarasi toleransi dunia.

Pembacaan deklarasi ini dipimpin oleh anggota DPR RI Komisi VI Rieke Diah Pitaloka.

Sebelum membaca deklarasi itu, Rieke menyampaikan orasinya.

Menurutnya batik menjadi simbol toleransi dan keberagaman dunia.

Sebab Hari Batik Nasional diperingati bersamaan dengan Hari Tanpa Kekerasan Internasional 2 Oktober.

Hari Tanpa Kekerasan Internasional ini mengacu pada lahirnya tokoh perdamaian dunia Mahatma Gandhi.

"Keberagaman di Indonesia akan terus diuji dan menghadapi tantangan. Itu hal kodrati yang akan terus ada. Peringatan hari Batik berbarengan dengan Hari Anti Kekerasan Internasional. Jadi mari bersama jadikan batik simbol toleransi dunia," tegas Rieke.

Terdapat lima poin dalam ikrar deklarasi toleransi dunia itu. I

krar toleransi diikuti oleh ratusan mahasiswa IKIP Budi Utomo Kota Malang dan pejabat yang mengikuti peringatan Hari Batik tersebut.

Berikut poin deklarasi toleransi dunia itu.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved