KPK Tangkap Wali Kota Batu

Dugaan Suap Kota Batu, Sekpri Eddy Rumpoko Mangkir Penuhi Panggilan KPK

Penyidik menduga LW tahu informasi penting terkait dugaan suap yang dilakukan ER. Makanya penyidik perlu memanggil LW sebagai saksi.

Dugaan Suap Kota Batu, Sekpri Eddy Rumpoko Mangkir Penuhi Panggilan KPK
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pegawai honorer Pemkot Batu berinisial LW dua kali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam dua panggilan itu, LW diperiksa sebagai saksi.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan penyidik memanggil LW pada 28 dan 30 September 2017.

“Dia juga sebagai sekretaris pribadi tersangka ER (Eddy Rumpuko, Wali Kota Batu, red.),” ujar Priharsa kepada SURYAMALANG.COM di Hotel Santika, Kota Malang, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, tidak ada keterangan alasan LW tidak memenuhi panggilan sebagai saksi tersebut.

Penyidik menduga LW tahu informasi penting terkait dugaan suap yang dilakukan ER.

Makanya penyidik perlu memanggil LW sebagai saksi.

“Dalam pemanggilan berikutnya, kami mengimbau dia kooperatif, memenuhi panggilan selanjutnya, atau berinisiatif datang,” terangnya.

Arsa belum bisa tahu kapan pemanggilan ketiga bakal dilayangkan.

Dia memastikan pemanggilan ketiga akan dilakukan dalam waktu dekat.

Arsa tidak mau berandai apa yang bakal dilakukan KPK bila LW tidak memenuhi panggilan ketiga.

Seperti diketahui, KPK menangkap Eddy Rumpuko, Kepala ULP Pemkot Batu, Edy Setyawan, dan pengusaha bernama Filipus Djap pada 16 September 2017.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan mebel di Pemkot Batu.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved