Malang Raya

VIDEO : Drama Pertempuran 10 November di Lapangan Rampal, Kota Malang

Lapangan disulap jadi panggung pentas. Ada Hotel Oranje tempat terjadinya perobekan bendera Belanda merah, putih, biru menjadi merah dan putih.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - HUT TNI ke 72 di Lapangan Rampal Kota Malang dimeriahkan aksi teatrikal dari para siswa, guru SMP Islam Maarif 02 dan Koramil Sukun bertajuk pertempuran 10 November, Kamis (5/10/2017).

Lapangan disulap jadi panggung pentas. Ada Hotel Oranje tempat terjadinya perobekan bendera Belanda merah, putih, biru menjadi merah dan putih.

Pertempuran itu menggambar semangat Arek Suroboyo bisa mengalahkan pasukan sekutu. Penontonnya adalah para siswa yang diundang datang ke acara itu dan masyarakat. Sedang para undangan, terutama pejabat malah banyak yang sudah pulang.

Untuk dialognya, memakai sistem lipsinc. Jadi para pemeran hanya menirukan dialog yang diputar sambil berakting. Diawali dari adegan masyarakat yang beraktivitas biasa. Ada jual beli komoditas, mengayuh becak dll. Kemudian ada informasi masuknya sekutu ingin menguasai Indonesia lagi.

Bung Tomo bersama masyarakat berhasil memukul kembali pasukan sekutu. Bahkan Jendral Malabby tewas di Jembatan Merah.

"Kami membawa drama ini karena terinspirasi dengan semangat 45. Pertempuran 10 November kan sengit," jelas Drs M Romli, sutradara drama ini kepada SURYAMALANG.COM usai pentas.

Untuk pentas ini, mereka berlatih selama 15 menit. Ada 150-an orang yang terlibat.

"Kalau latihan dengan para siswa ya saat pagi. Siswa kelas 7 dan 9 kan masuk pagi. Sedang siswa kelas 8 masuk siang, latihannya siang," paparnya.

"Dari Koramil Sukun, kita malah membantu adegan pemeran, strategi peran dan penataan adegan," kata Romli yang berperan sebagai Bung Tomo di drama ini.

Menurut dia, ini pentas paling besar buat siswa dan guru sekolah. Biasanya hanya untuk kegiatan internal sekolah.

Dalam drama ini, kedatangan sekutu juga ditampilkan dengan melintasnya jip-jip membawa pemeran. Mereka berkeliling sekitar arena pentas, pertempuran dll.

Adegan paling dramatis ketika ada peristiwa penyobekan bendera Belanda di atas Hotel Orange. Satu persatu pejuang gugur ketika akan naik ke atas hotel karena ditembak.

Ketika ada satu orang berhasil merobek, para siswa yang jadi penonton bertepuk tangan semua. Sebab terasakan suasana heroismenya.

Setelah itu penonton bisa melihat banyak pejuang dan tentara sekutu yang tewas di pertempuran itu. Ada yang di kendaraan, tergeletak di lapangan dll. Meski terik menyengat saat berakting, namun mereka tetap bersemangat.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved