Malang Raya

Angkat Sumberdaya Lokal di Konferensi Internasional Peternakan di Universitas Brawijaya

Dekan Fakultas Peternakan UB, Prof DrScAgr Ir Suyadi MS mengatakan 90 persen peternakan Indonesia merupakan aset peternak.

Angkat Sumberdaya Lokal di Konferensi Internasional Peternakan di Universitas Brawijaya
SURYAMALANG.COM/NENENG USWATUN HASANAH
Dekan Fakultas Peternakan UB, Prof DrScAgr Ir Suyadi MS di Konferensi Internasional Fakultas Peternakan UB, Senin (16/10/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sumber daya lokal peternakan, mulai peternak, sistem peternakan, jenis ternak, dan kondisi alam, serta kondisi pakan Indonesia cukup unik dibandingkan dengan peternakan di luar negeri.

Dekan Fakultas Peternakan UB, Prof DrScAgr Ir Suyadi MS mengatakan 90 persen peternakan Indonesia merupakan aset peternak.

Sedangkan peternakan di luar negeri biasanya berbasis industri.

“Aset lokal ini penting untuk digerakkan bersama. Karena melibatkan penyebaran area yang luas dan masalah yang kompleks daripada dunia peternakan berbasis industri.”

“Jika bisa bergerak maju, yang bisa menikmatipun akan lebih banyak,” kata Suyadi kepada SURYAMALANG.COM, di sela Konferensi Internasional Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB), Senin (16/10/2017).

Dalam konferensi bertajuk Sustainable Animal Agriculture for Developing Countries (SAADC) itu, para peserta dan pembicara dari 17 negara membawa keahlian dan hasil konferensi itu ke dua arah.

“Pertama ke arah peternak dengan menerapkan keahlian mereka di sana.”

“Kami sudah rutin mengarahkan para ahli untuk membina kelompok ternak sejak 2015.”

“Selain itu juga membawa ke dunia pasar dan industri untuk pemasaran,” lanjutnya.

Suyadi menambahkan konferensi itu untuk meningkatkan mutu pendidikan peternakan.

“Memicu mahasiswa dan dosen bersaing di teknologi peternakan. Jika mencontoh luar negeri, ya akan ketinggalan jauh.”

“Meskipun sekuat apapun manipulasi dan rekayasa bidang peternakan untuk mengejar teknologi luar negeri, pasti kalah,” ungkapnya.

Yang terpenting dalam konferensi itu adalah mengangkat sumber daya lokal untuk diperkenalkan ke dunia internasional.

“Harapannya bisa meningkatkan mutu dunia peternakan Indonesia dan menghasilkan temuan teknologi baru yang tidak kalah dengan milik luar negeri,” imbuhnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved