Persela Lamongan
Terungkap, Ini Mimpi Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda jika Pensiun dari Sepak Bola
Duka atas wafatnya kiper Persela Lamongan, Choirul huda masih begitu lekat di hati masyarakat.
SURYAMALANG.com - Duka atas wafatnya kiper Persela Lamongan, Choirul huda masih begitu lekat di hati masyarakat.
18 tahun membela persela, Choirul Huda meninggalkan jejak penuh kebanggaan bagi sepak bola Indonesia.
Mulai dari penampilan diatas lapangan hingga loyalitas terhadap Persela Lamongan yang tiada batas.
Huda meninggal dunia dalam laga Liga 1 kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017), karena berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues.
Sang penjaga gawang sempat dilarikan ke rumah sakit dengan alat bantu pernapasan dan tabung oksigen, tetapi segala upaya sudah terlambat.
Hari yang sama, Huda dikubur di kompleks makam Pagerwojo, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Jalan Basuki Rahmat, Lamongan, Jawa Timur.
Nyaris satu minggu telah berlalu semenjaka kepergian sang kapten, namun kenangan atas kematian sang almarhum yang dikenal humble dan ramah seakan tak habis untuk dibicarakan.
Kali ini giliran salah satu kontributor Tabloid BOLA dan BolaSport.com, Suci Rahayu yang membagikan kenangannya atas sosok kiper berusia 38 tahun ini.
Suci mengaku telah mengenal huda sejak 2013 dan mulai akrab dengan sang kiper pada 2016 saat TSC 2016.
"Terakhir ketemu saat Persela lawan PS TNI, tapi dia dicadangkan. Kami sempat becandaan bentar. Kalo diluar sepakbola orangnya humble.
Sekilas kalo ga kenal pendiam orangnya, tapi pas udah kenal enak jawabnya dan cepet akrab, enggak pernah nolak diwawancara," ujar Suci.
Dalam kesempatan itu, Huda mengatakan bahwa ia akan bertahan di Persela selama ia masih mampu dan masih dibutuhkan oleh Persela.
Pada saat yang sama, Huda juga mengungkapkan ketakutan atas masa depannya di Persela. Rupanya sang kiper takut jika harus pensiun karena regulasi PSSI.
Saat itu, PSSI memang memutuskan bahwa setiap klub di Liga 1 hanya memiliki dua pemain yang usianya di atas 35 tahun.
Setiap klub juga wajib memiliki lima pemain U-23, dengan tiga diantaranya harus diturunkan.
"Kan waktu itu lagi rame soal regulasi yang di tetapkan PSSI untuk pemain senior.
Nah dia takut pensiun karena itu, padahal menurut dia masih mampu bermain bola," ucap Suci lagi.
Suci juga mengungkapkan impian Huda setelah pria kelahiran Lamongan itu gantung sepatu.
"Kalo pensiun dia inginnya jadi pelatih. Sambil kerja PNS di Dispora Lamongan."
Namun apa daya, belum sempat impian itu terwujud, sang kiper wafat kala tengah melindungi gawang Persela Lamongan.
Kini nomor punggung satu di Persela Lamongan dipensiunkan demi menghormati almarhum pemain yang sepanjang kariernya membela Persela Lamongan itu. (*)
Artikel ini pernah tayang di BolaSport dengan judul Bikin Sedih, Sebelum Meninggal Choirul Huda Sempat Ungkap Ketakutan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/choirul-huda_20171018_180918.jpg)