Persib Bandung
Terungkap, Ternyata Ini yang Membuat Strategi Pergantian Pemain Persib Nampak Monoton
Emral Abus menjelasakan alasan mengapa dirinya mengganti Michael Essien, Matsunaga dan Febri di pertandingan menghadapi Persela.
SURYAMALANG.COM - Persib Bandung gagal meraih poin maksimal, bahkan kalah 0-1 di laga tandang melawan Persela Minggu (22/10) .
Bukan hanya hasil skor kalah dari tim tuan rumah, strategi pelatih Persib Bandung jadi sorotan karena dinilai monoton.
Strategi yang terlihat monoton itu setidaknya bisa terbaca dari pola pergantian pemain yang mirip-mirip di beberapa laga terakhir.
Dari 8 pertandingan terakhir terlihat Persib selalu memainkan pola permainan dan pergantian yang sama.
Bukan tidak mungkin hal tersebut menjadi kunci tim lawan meredam permainan Febri Hariyadi dan kawan-kawan.
Namun pelatih kepala Emral Abus menyatakan strategi yang diterapkan itu tergantung kondisi dan kesiapan pemain sebelum pertandingan.
Selain itu hukuman larangan bermain pun sangat berpengaruh pada strategi tim.
"Ya usaha pelatih pasti setiap tampil ingin memenangkan pertandingan, setiap kali pertandingan selalu dipengaruhi, pertama, pemain ada yang kartu merah, kuning (akumulasi), sangat berpengaruh,” ujar Emral seperti dikutip dari laman resmi Liga 1.
Emral Abus juga menjelasakan alasan mengapa dirinya mengganti Michael Essien, Matsunaga dan Febri di pertandingan menghadapi Persela.
"Kami sempat diskusi Supardi yang didorong ke depan karena attacking-nya bagus. Kami analisa lagi tenaga Supardi akan berpengruh kalau didorong ke depan,” kaya Emral.
“Makanya kami mengambil keputusan pemain keluar dengan posisi sama, karena Febri sudah tidak maksimal, sudah menurun. Kami mengambil keputusan untuk memasukan Billy yang memiliki tipikal sama dengan Atep."
Pelatih yang juga merupakan instruktur kursus kepalatihan Lisensi C di Indonesia ini juga menjelaskan dirinya mengganti Essien karena selain stamina pemain asal Ghana itu menurun, dirinya juga melihat ada celah yang bisa dimanfaatkan dengan memasukan Zola.
“Essien bagus tapi kurang seimbang, kuat saat menyerang namun kurang saat bertahan. "
"Kenapa kami ganti, kami melihat pertahanan mereka sudah mulai kendor, banyak terbuka di lapangan tengah, makanya tenaga baru, kita masukkan si Zola,” kata Emral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/emral-abus_20170811_212656.jpg)